Sukses

Obat Glamerol untuk Diabetes

16 Oct 2014, 21:31 WIB
Pria, 42 tahun.
Ibu saya berumur 76th. 1 tahun belakangan ini kadar gula darahnya tinggi (hingga 400an lebih). Seorang temannya pernah memberikan obat "Glamerol-3". Setelah dikonsumsi, katanya kadar gulanya turun (170 - 200an). Karena sudah habis pemberian temannya, lalu ibu saya minta pad saya untuk dibelikan obet tersebut. Pertanyaan saya, apakah obat tersebut aman buat ibu saya, karena bukan resep yang diberikan oleh dokter? Thanks
dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Salam sehat untuk ibunda Anda. Sebelum menjawab pertanyaan Anda, ada beberapa hal yang perlu kami konfirmasi. Sudah berapa lama ibu Anda menderita Diabetes? Apakah kadar gula darah yang tinggi tersebut, pengecekkan dilakukan saat berpuasa atau tidak? Obat-obat atau terapi apa sajakah yang selama ini ibu Anda konsumsi? 

Kami tidak pernah mendengar atau mengetahui sebelumnya nama serta kandungan obat yang Anda maksud. Sehingga kami tidak dapat mengetahui secara pasti fungsi, manfaat dan efek samping yang dapat dialami oleh orang yang mengonsumsi obat tersebut. Obat-obatan non medis seringkali tidak melalui uji klinis terlebih dahulu.

 

Perlu diingat pada prinsipnya setiap pengobatan yang diberikan harus dibuktikan melalui proses uji klinis. Kedokteran berdasarkan bukti (evidence-based medicine) ini dilakukan dengan tujuan untuk memberikan cara kerja yang efektif dengan menggunakan metode ilmiah serta informasi sains global yang modern.

Begitupun dengan obat tradisional. Agar setara dengan obat modern, obat tradisional harus melalui berbagai tingkatan uji klinis. Tingkat herbal yang saat ini telah diakui oleh ilmu kedokteran modern adalah yang telah melalui tiga uji penting, yaitu uji praklinik (uji khasiat dan toksisitas), uji teknologi farmasi untuk menentukan identitas atau bahan berkhasiat secara seksama hingga dapat dibuat produk yang terstandardisasi, serta uji klinis kepada pasien. Agar setara dengan obat modern, obat tradisional harus melewati berbagai proses tersebut. Apabila telah lulus uji klinis, obat herbal tersebut kemudian disebut fitofarmaka yang layak diresepkan oleh dokter dan dapat beredar di pusat pelayanan kesehatan. Bagaimana dengan produk yang anda maksud? Apakah produk tersebut telah melalui semua tahapan tersebut? Apakah khasiat yang diklaim oleh produk tersebut adalah hasil penelitian dan langkah-langkah diatas ataukah hanya sekedar pengakuan/testimoni pemakai/penjual tanpa dapat menunjukan produk tersebut telah melalui rangkaian proses (uji pra-klinis,uji teknologi farmasi,uji klinis) yang kami jelaskan diatas? dsb

Bagaimanapun, pengobatan tersebut sebaiknya diberikan setelah melalui pertimbangan-pertimbangan mengenai data pasien dan hasil pemeriksaan fisis yang memadai, mengingat fungsi tubuh yang berbeda setiap individu. Sebenarnya prinsip obat tradisional tidak jauh berbeda dengan obat modern. Apabila tidak digunakan secara tepat juga dapat mendatangkan efek buruk, sehingga tidak benar pernyataan yang beredar di masyarakat bahwa obat tradisional sama sekali tidak memiliki efek samping. Dan perlu diketahui bahwa tidak semua herbal memiliki khasiat dan aman untuk dikonsumsi, sehingga kembali lagi kepada para konsumen agar lebih teliti dalam memilih obat tradisional yang digunakan.

Selain pemeriksaan rutin diabetes, dokter akan melakukan pemeriksaan komplikasi secara berkala untuk mengetahui fungsi penglihatan, ginjal, saraf Anda. Pastikan Anda memberitahukan dokter Anda, segala keluhan baru yang dialami oleh ibu Anda.

Sebagai panduan informasi lengkap Anda, Anda dapat mengunjungi Rubrik Diabetes yang kami miliki.

Berikut kami sertakan pula beberapa artikel untuk Anda:

Obat Diabetes Tingkatkan Kerja Vaksin

6 Tips Berpuasa Diabetes

Mencegah Diabetes dengan Mengenali Gula

Tips Diabetesein Selama Ramadhan

Tips Hidup Sehat Bagi Penyandang Diabetes

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (NO)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar