Sukses

Mata Anak Juling

23 Dec 2014, 23:05 WIB
Wanita, 32 tahun.

Salam Hangat, Saya mempunyai anak kembar sepasang yang kelahirannya di minggu 31 dan 32 yang mengharuskan mereka di inkubator selama 24 hari. Pada usia hampir 2 bulan anak perempuan saya dinyatakan terkena ROP dan saat itu juga ditindaklanjuti dengan suntikan dimatanya. Dan Dok menyarankan kami untuk segera dibawa ke Jakarta untuk penanganan yang lebih maksimal. Di Jakarta kami tinggal selama -/+ 3 bln untuk menjalani proses pemeriksaan dan dinyatakan sejauh itu baik baik saja tetapi harus kembali setelah 6 bulan, mengingat mata pada balita masih blm stabil. Di usia bayi kami yang ke 8 bulan, kami kembali ke Jakarta dan hasilnya baik baik saja, membuat kami sebagai orang tua merasa senang. Kami harus check up setiap 6 bulan sampai usia anak kami 3 tahun. Di usia anak kami yang ke 2 thn, saya memperhatikan anak perempuan saya bila menonton TV bola mata kanannya lari keluar / juling atau apabila dia mau fokus untuk melihat jarak jauh. Hati saya teriris kembali. Segera kami bawa ke Dokter yang menangani sewaktu dia lahir. Dokter menyarankan utk di streak, dan pada akhirnya harus menggunakan kacamata sampai saat ini. Setiap 3 bulan kami check up untuk ganti lensa karena minusnya berubah ubah. Apabila anak saya melepaskan kacamatanya, bola mata kanannya langsung lari keluar / juling. Saat ini anak kami berumur 3 tahun 3 bulan, dan hanya pada kembaran perempuan yang kena ROP untuk yang laki laki sejauh ini baik baik saja. Mohon informasi dari KlikDokter, 1) apakah ada hal lain yang kami sebagai orang tua bisa lakukan untuk mengurangi mata juling anak? 2) Apakah ada terapi terapi yang bisa dilakukan? Operasi Lasik bisa dilakukan saat usia 21 thn, sepengetahuan saya itu hanya utk menghilangkan mata minus/plus. 3) Apakah saat ini ada operasi utk mata juling? Atas bantuan dari Klik Dokter saya ucapkan banyak Terima Kasih.

dr. Suci Dwi Putri

Dijawab Oleh:

dr. Suci Dwi Putri

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com.

Kami memahami kekhwatiran yang Anda rasakan, oleh karena itu silakan buka tautan berikut untuk mengetahui lebih dalam mengenai mata juling atau strabismus.

Sebenarnya dari sejak lahir, bayi sudah dapat melihat. Namun untuk mencapai ketajaman penglihatan yang optimal diperlukan beberapa tahapan perkembangan. Ketajaman penglihatan tak hanya dipengaruhi oleh susunan jaringan mata yang normal atau bentuk mata yang baik, namun juga rangsangan untuk mengoptimalkan penglihatan yang normal. Sebelum menjawab pertanyaan Anda, berikut kami paparkan sedikit tentang tahap perkembangan penglihatan pada beberapa bulan pertama kehidupan.

Dalam beberapa bulan pertama, bayi belum mampu memusatkan penglihatan terhadap objek yang berada lebih dari 25 cm dari wajahnya. Namun bila ada penerangan yang kuat, bayi baru lahir bisa menggerakkan kepalanya mencari cahaya itu. Mata bayi baru lahir peka terhadap wajah manusia dan gerakan. Tetapi masih terbatas pada warna- warna cerah seperti merah, biru, lalu berkembang ke warna sekunder (hijau dan kuning). Pada usia 1 bulan, bayi sudah bisa mengikuti gerakan sebuah objek. Kemudian, masuk usia 3 bulan ia akan mengarahkan matanya pada benda-benda yang bergerak di depan matanya.

Masa kritis perkembangan mata adalah pada usia 3-4 bulan. Sebab saat itu, perkembangan otak sangat cepat. Maka jika terjadi gangguan, pesan-pesan melalui jalur penglihatan tak bisa diterima dengan baik sehingga menyebabkan kelainan pada mata.

Beberapa kondisi berikut yang juga harus dikonsultasikan ke dokter; gerakan mata ke sisi luar atau dalam terlalu kelihatan, mata tidak bergerak normal sebelum usia 3 bulan, atau posisi mata juling terlalu jauh dari daerah hidung, hanya salah satu mata yang bergerak atau kedua mata sangat berbeda. Segera konsultasikan kondisi Anak Anda agar tidak timbul kelainan yang permanen dari mata anak Anda.

Berikut Kami sertakan artikel terkait:

Demikian, semoga informasi ini bermanfaat.

 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar