Sukses

Nyeri & Panas Saat Buang Air Kecil

20 Oct 2014, 10:53 WIB
Pria, 22 tahun.
selamat sore dok, saya ingin bertanya..sudah 1 minggu ini saya merasakan nyeri dan terasa panas pada ujung penis saya saat buang air kecil..terkadang keluar cairan kental pada ujung penis sedikit dok.. kira - kira apa yang terjadi pada saya dok? terakhir saya berhubungan seks sekitar 2 minggu yg lalu dok.. kata teman saya, saya terkena GO dok.. saya juga ingin bertanya..teman saya menawarkan saya untuk membeli obat "de nature indonesia" katanya bisa sembuh 3 hari.. saya ingin tau penjelasan dari dokter tentang gejala saya dan obat tersebut dok..trimakasih..

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Merujuk dari keluhan yang Anda rasakan yaitu nyeri dan panas saat buang air kecil, keluar cairan kental di ujung penis. Kemungkinan keluhan yang Anda rasakan mengarah ke penyakit gonore. Sekilas kami akan membahas mengenai gonore.

Gonorrhoeae atau gonore merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae yang pada umumnya ditularkan melalui hubungan kelamin, tetapi juga kontak secara langsung dengan eksudat yang infektif. Penyakit ini mempunyai insidens yang tinggi dibanding penyakit menular seksual lainnya.  Walaupun angka kejadian penyakit ini sudah menurun sejak tahun 1970an, namun hampir 800.000 kasus baru ditemukan tiap tahun di AS. Di dunia diperkirakan terdapat 200 juta kasus baru setiap tahunnya. Penyakit ini lebih sering menyerah remaja dan dewasa muda, serta lebih sering terjadi pada pria dibanding wanita.

PENYEBAB
Gonore disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Bakteri ini dapat menular ke orang lain melalui hubungan seksual dengan penderita. Penyakit ini juga dapat menular dari ibu ke bayinya saat melahirkan. Kita tidak akan terinfeksi gonore dari pemakaian handuk bersama maupun pemakaian toilet umum.

GEJALA
Masa inkubasi gonorrhea sangat singkat, pada pria umumnya berkisar antara 2-5 hari, kadang-kadang lebih lama. Pada wanita masa inkubasi sulit untuk ditentukan karena pada umumnya tidak menimbulkan gejala.

Pada pria, awalnya terdapat rasa gatal dan panas di sekitar uretra, saluran yang menghantarkan urin dari kandung kemih ke luar tubuh. Selanjutnya, terdapat rasa nyeri saat buang air kecil dan keluar sekret kental berwarna keruh dari ujung uretra yang kadang-kadang disertai darah. Bila infeksi sudah semakin lanjut, nyeri akan semakin bertambah dan sekret semakin kental dan keruh. Selain itu terdapat nyeri pada waktu ereksi dan terkadang terdapat pembesaran kelenjar getah bening di selangkangan.

Pada wanita, gejala, kalaupun ada, dapat sangat ringan sehingga penderita tidak menyadarinya. Sebanyak 30%-60% wanita penderita gonore tidak memberikan gejala.Gejala yang timbul dapat berupa nyeri saat buang air kecil, buang air kecil menjadi lebih sering, dan kadang-kadang menimbulkan rasa nyeri pada panggul bawah. Selain itu, terdapat sekret kental dan keruh yang keluar dari vagina.

PENGOBATAN
Bila menyadari mempunyai gejala-gejala seperti di atas, atau mempunyai pasangan seksual dengan gejala di atas, perlu memeriksakan diri ke dokter. Dokter akan melakukan pemeriksaan, seperti mengambil sekret dari vagina ataupun penis untuk dianalisa.  Antibiotik adalah pengobatan untuk gonore. Pasangan seksual juga harus diperiksa dan diobati sesegera mungkin bila terdiagnosis gonore. Hal ini berlaku untuk pasangan seksual dalam 2 bulan terakhir, atau pasangan seksual terakhir bila selama 2 bulan ini tidak ada aktivitas seksual. Banyak antibiotika yang aman dan efektif untuk mengobati gonorrhea, membasmi N.gonorrhoeae, menghentikan rantai penularan, mengurangi gejala, dan mengurangi kemungkinan terjadinya gejala sisa.

Untuk mencegah penularan gonore, gunakan kondom dalam melakukan hubungan seksual. Jika menderita gonore, hindari hubungan seksual sampai pengobatan antibiotik selesai. Walaupun sudah pernah terkena gonore, seseorang dapat terkena kembali, karena tidak akan terbentuk imunitas untuk gonore. Sarankan juga pasangan seksual kita untuk diperiksa untuk mencegah infeksi lebih jauh dan mencegah penularan. 

Sebaiknya kami sarankan agar Anda melakukan hubungan seksual yang sehat dengan 1 pasangan dan tidak berganti-ganti pasangan, terlebih lagi hindari melakukan hubungan seksual dengan orang yang juga sering berganti pasangan untuk menghindari penularan penyakit seksual yang dapat Anda sesali di kemudian hari. 

Untuk itu kami menganjurkan Anda untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis kulit dan kelamin dan mempraktekkan hubungan seksual yang sehat, tidak berganti-ganti pasangan dan menggunakan kondom untuk mencegah penyakit menular seksual.

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat. (DNA)

Salam,


Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar