Sukses

Berpuasa Pada Penderita Diabetes Melitus

19 Oct 2014, 14:49 WIB
Wanita, 34 tahun.
Siang dok..bisakah penderita DM Type 2 yang menggunakan Insulin berpuasa? Bgmn dengan dosis Insulinnya, apa dikurangi? GDS saya saat ini diatas 200 dan saat ini menggunakan Novorapid sebelum makan dosis 12 u dan Levemir jam 10 malam dosis 16 u

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Penderita diabetes melitus type 2 dapat melakukan puasa, terdapat beberapa anjuran kondisi yang sebaiknya diikuti. Berikut ini adalah beberapa tips berpuasa khusus bagi penyandang diabetes.
 
  1. Monitor kadar gula darah secara rutin
Saat berpuasa, penderita diabetes dianjurkan untuk melakukan pengecekan gula darah beberapa kali dalam sehari terutama bagi penderita diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2 yang menggunakan insulin.
 
  1. Nutrisi
  • Tingkatkan asupan cairan setelah berbuka puasa
  • Hindari konsumsi makanan berlebih yang tinggi karbohidrat dan lemak saat berbuka puasa karena proses pencernaan dan penyerapan makanan lebih lambat saat berpuasa
  • Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks (misalnya: nasi atau roti) saat sahur
  • Makan sahur sebaiknya dilakukan sedekat mungkin dengan waktu imsak
 
  1. Olahraga
Aktivitas fisik normal sebaiknya tetap dilakukan saat berpuasa. Namun, olahraga yang berlebih dapat meningkatkan rIsikohipoglikemia. Sholat tarawih yang dilakukan setelah berbuka puasa juga dapat menjadi bagian dari aktivitas fisik rutin.
 
  1. Berhenti berpuasa jika:
  • Terjadi kondisi hipoglikemia (kadar gula darah <60 mg/dl)
  • Kadar gula darah <70 mg/dl pada beberapa jam setelah puasa dimulai, terutama jika insulin digunakan saat sahur
  • Kadar gula darah melebihi 300 mg/dl


  1. Yang harus dilakukan sebelum Ramadan
  • Lakukan pemeriksaan medis 1-2 bulan sebelum Ramadan yang meliputi: gula darah, tekanan darah dan profil lipid.
  • Konsultasi dengan dokter mengenai tanda-tanda hipoglikemia, hiperglikemia, monitor gula darah, obat-obatan dan yang perlu dilakukan jika terjadi komplikasi.

Mengenai dosis, kami sarankan Anda melakukan konsultasi kembali dengan dokter spesialis penyakit dalam Anda sebelumnya, agar dilakukan kembali pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang (bila diperlukan) dan juga beliau yang mengetahui kondisi dan perkembangan Anda sedari awal. Pemberiaan terapi dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat, (DNA)

Salam,


Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar