Sukses

Depresi, Bipolar, dan Skizofrenia

17 Oct 2014, 22:03 WIB
Wanita, 39 tahun.
Dengan Hormat, Dok, sy ingin bertanya utk kasus wanita yg mengalami depresi,ocd dan Bipolar sekaligus. Psikiaternya selain memberi obat Depakote 250mg, saat ini juga ditambahkan dng Aripiprazole 15mg. Kalau dilihat dr kamus obat2an, obat ini trmsk jg utk pengobatan schizophernia. -Apakah wanita tsb jg bs digolongkan menderita schizop.? -Bagaimana membedakan bipolar dan schizopernia? -Apakah penyakit ini dpt disembuhkan total? Terima Kasih. Regards. Richard.
dr. Adithia Kwee

Dijawab Oleh:

dr. Adithia Kwee

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Sebelumnya perlu kami sampaikan bahwa kondisi seperti yang Anda paparkan, merupakan kondisi yang sangat kompleks dan memerlukan terapi yang berkesinambungan dan terstruktur. Oleh karena itu ijinkan kami menjelaskan sedikit mengenai depresi.

Secara medis kondisi depresi adalah suatu keadaan umum dimana terjadinya pengurangan atau penurunan keadaan emosi dan  mood dari seorang yang mengakibatkan gangguan di dalam aktivitasnya sehari-hari atau hilangnya fungsinya sebagai individu. Ingin bunuh diri misalnya, hal tersebut merupakan contoh spesifik dari gejala depresi. Dasar umum untuk gangguan depresif tidak diketahui. Faktor penyebab dapat dibagi menjadi faktor biologis, faktor keturunan dan faktor psikososial, ketiga faktor tersebut dapat berdiri sendiri-sendiri maupun saling terkait yang menjadi penyebab dari gangguan bipolar/depresi.

GEJALA DAN TANDA 

  • Terdapat 5 (lima) atau lebih gejala yang ditemukan di bawah ini selama periode dua minggu yang sama dan mewakili perubahan dari fungsinya sebagai individu sebelumnya ( dari 5 gejala yang ada minimal ada salah satu gejala mood depresi atau hilangnya minat atau bahagia)
  • Mood depresi hampir sepanjang hari, setiap hari ( merasa atau tampak sedih atau kosong) PS: pada anak-anak atau remaja dapat bermanifestasi sebagai mood yang mudah tersinggung.
  • Hilangnya minat atau keseangan yang jelas pada semua aspek atau hampir semua aspek sepanjang hari hampir setiap hari.
  • Penurunan berat badan yang bermakna, tetapi individu yang bersangkutan tidak melakukan diet atau olahraga yang rutin.
  • Insomnia atau hipersomniat tiap harinya.
  • Agitasi atau redartasi psikomotor (aktivitas atau gerakan motorik )
  • Kelelahan atau hilangnya energi tiap hari
  • Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah  yang berlebihan atau tidak tepat.
  • Hilangnya kemampuan untuk berpikir atau memutuskan sesuatu.
  • Pikiran akan kematian yang berulang.
  • Gejala menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi social, pekerjaan atau fungsi penting lainnya.
  • Gejala bukan efek psikologis langsung dari obat
  • Gejala tidak lebih baik diterangkan oleh dukacita yaitu setelah kehilangan orang yang dicintai, gejala menetap lebih dari dua bulan atau diikuti oleh gangguan lainnya.

Pengobatan pasien dengan depresi harus tepat pada sasarannya, yakni keamanan dari pasien harus terjamin, pemeriksaan diagnostik yang lengkap harus dilakukan, yang ketiga adalah rencana pengobatan harus secara menyeluruh, bukan hanya mengatasi gejala tetapi juga mengatasi penyebab dari depresi itu sendiri. Untuk lamanya penggunaan obat Antidepresan tergantung dari keparahan kondisi pasien.

Yang kami sampaikan baru sekelumit dari keseluruhan masalah yang Anda sampaikan, tentunya kondisi depresi yang disertai dengan bipolar dan OCD sudah tentu memerlukan kondisi yang jauh lebih kompleks dan pengobatan yang lebih intensif. Oleh karena itu kami menganjurkan agar Pengobatan dan konsultasi dengan dokter dilakukan terus menerus hingga tuntas agar problem yang dialami dapat diselesaikan satu demi satu.

Baca pula artikel artikel berikut untuk menambah informasi Anda.

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat. (AK)

Salam,

 

Tim Redaksi KlikDokter


0 Komentar

Belum ada komentar