Sukses

Kebotakan pada Wanita

19 Oct 2014, 14:13 WIB
Wanita, 17 tahun.
ibu saya tidak pernah memberitahu kapan itu terjadi dok, belum pernah melakukan foto rontgen saat terakhir saya dibawa ke dokter anak saya sekitar umur 4 katanya takut kalau di rontgen bakal ada efek sampingnya. ya kebotakan hanya ada di atasnya saja sekitar panjang 5cm kebelakang dan lebar 2,5cm kepinggir tidak tumbuh rambut hanya saja sekarang2 mulai tumbuh beberapa helai setelah belasan tahun tidak tumbuh. apa mungkin kebotakan yg saya alami karna pengaruh dari dahi saya yg seperti ini dok? mohon bantuannya dok terima kasih
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Ibu/Saudari yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Beberapa penyebab terjadinya kebotakan pada wanita adalah: pengaruh obat-obatan, penyakit, adanya infeksi dan pengaruh bahan-bahan kimia. Stres dan juga penurunan berat badan yang terlalu tiba-tiba juga dapat memicu terjadinya kebotakan pada wanita.

Kebotakan pada wanita dapat terjadi karena berbagai alasan dan biasanya terjadi dengan pola yang berbeda dengan pria. Pada wanita, kebotakan biasanya terjadi pada daerah kulit kepala bagian atas mencakup 1/3 bagian kulit kepala.

Untuk mengetahui penyebab kebotakan pada wanita, seringkali diperlukan pemeriksaan penunjang untuk mengetahui apakah terdapat penyakit tiroid atau autoimun sebagai penyebab kebotakan. Anemia dan kehamilan juga dapat menyebabkan kebotakan pada pria.

Kerontokan rambut yang disebabkan oleh faktor keturunan disebut dengan alopesia androgenika dan akan dimulai secara bertahap dari bagian depan terus ke belakang.  Pada kerontokan awal, akan terlihat pola huruf M pada kepala. Jika kerontokan terus berlanjut maka akan membentuk huruf U dan dahi akan terlihat lebih lebar. Bagaimana dengan pola penipisan rambut Anda?

Untuk memastikan apa yang terjadi berdasarkan keluhan kebotakan rambut Anda maka kami sarankan agar Anda mengunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin. Setelah diketahui penyebabnya dengan pasti maka Anda bisa memperoleh penanganan yang sesuai.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar