Sukses

Psoriasis atau Sifilis?

19 Oct 2014, 21:28 WIB
Pria, 27 tahun.
Saat ini saya di agnosa dokter menderita psoriasis vulgaris, penyakit ini kurang lebih 2 menyerang telapak kaki, telapak tangan, alat kelamin ( buah zakar dan batang kelamin ) dan bekas luka yg ada di dekat lutut, awalnya saya gak ngerti tentang penyakit ini, waktu pertama muncul memang gak ada rasa sakit sama sekali cuma waktu itu saya sering berkeringat berlebihan klo malam hari, cepat dehidrasi, air kencing berwarna kuning agak kemerahan, dan sempat keluar darah(bukan darah campur nanah)dari dalam kelamin di sertai rasa nyeri tp itu gak lama krn hanya keluar skitar 3-4x dlm jangka waktu cukup singkat ( pertama keluar itu sore sebelum magrib, dan pada saat saya gym hbs magrib itu keluar lagi tp tampah rasa perih/nyerih krn saya melihatnya pada saat mau mandi hbs gym, celana dalam saya kebetulan berwarna putih penuh cairan darah saat itu, dan malam itu jg saya langsung mengkomsumsi antibiotik dgn dosis yg cukup tinggi, bsk pagi sdh gak ada darah lagi). Sampai saat saya ke dokter spesialis kulit dan saat itu kulit saya semakin bersisik termasuk di sekitar area kelamin, dan akhirnya tes penyakit sifilis dan hasilnya non reaktif, tp saat itu dokter gak menjelaskan jenis sakit saya walaupun saya sdh berapa kli berkunjung ke dokter itu ( dokter spesialis di RS )hinggah akhirnya saya coba cari dokter kulit lain krn kulit saya sdh semakin parah dan sekitar kelamin mulai ada rasa perih karena luka" lecet dan dia baru mengatakan klo saya penderita auto imun yaitu psoriasis vulgaris. Dan penyakit ini blm ada obatnya, dan kemarin saya ke dokter spesialis lg, krn luka lecet di skitar kulit buah zakar saya itu perih banget bahkan membuat saya jd demam tinggih, tp dokternya bingung ketika saya jelaskan klo saya diagnosa mengidap psoriasis vulgaris, krn kata dokter psoriasis tidak menimbulkan rsa sakit, sementara saya sering merasa sakit di telapak kaki apalagi ketika lapisan" kulit itu saya kupas, pasti akan ada rasa perih yg sangat sakit. Dan ketika saya cobah meluruskan posisi berdiri pasti ada rasa perih. Dan sering panas, tp klo untuk telapak tangan sendiri memang tidak ada rasa sakit atau panas sama sekali. Yang ingin saya tanyakan, apakah ada kemungkinan saya bukan penderita psoriasi? Atau mungkinkah saya sebenarnya penderita penyakit kelamin sifilis, walaupun waktu pengecekan darah hasilnya non reaktif?, apakah hasil pengecekan darah bisa di pengaruhi oleh antibiotik yg sblm'y saya komsumsi sblm pengecekan darah? Dan obat apa (obat luar) untuk bisa cepat mengeringkan luka" di sekitar kelamin saya? Terima kasih.
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Bapak/Saudara yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami mengerti keresahan yang Anda alami. Ijinkan kami menjelaskan sedikit mengenai psoriasis. Psoriasis adalah penyakit peradangan pada kulit yang bersifat kronis, dimana penderitanya mengalami pergantian kulit yang terlalu cepat. Penyakit ini terkadang hilang timbul, tidak mengancam jiwa, namun dapat menurunkan kualitas hidup karena dapat membuat penderitanya menjadi kurang percaya diri bila tidak dirawat dengan baik. Psoriasis tidak menular namun dapat diturunkan secara genetik. Peneliti menyatakan penyakit ini dapat disebabkan oleh karena kelainan kekebalan tubuh. Namun, sampai saat ini penyakit psoriasis belum diketahui penyebabnya secara pasti, sehingga belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan secara total penyakit psoriasis. Kulit yang mengalami psoriasis dapat terasa gatal atau nyeri jika terjadi kulit yang terkelupas hingga menyebabkan perdarahan.

Sampai saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan psoriasis secara total. Semua pengobatan yang ada hanya dapat menekan gejala psoriasis, memperbaiki keadaan kulit, mengurangi rasa gatalnya. Sebagian besar penderita tidak pernah mencapai suatu keadaan sembuh yang bebas pengobatan sehingga penderita psoriasis tidak bisa berhenti dari pengobatan, ada pengobatan lanjutan sebagai pemeliharaan yang diberikan dalam jangka waktu lama untuk mempertahankan kondisi dan juga untuk mengontrol kelainan kulit yang baru.

Hal lain yang harus diperhatikan sebelum memilih pengobatan psoriasis adalah derajat keparahan yang diderita. Juga lokasi penyakit, tipe, usia dan jenis kelamin juga riwayat kesehatan penderita. Langkah pertama yang dilakukan adalah pengobatan luar (topikal). Langkah ini dapat dilakukan untuk penderita psoriasis ringan dengan luas kelainan kulit kurang dari 5 persen. Obat yang bisa digunakan antara lain ter batubara, kortikosteroid, calcipotriol, antralim, retinoid topical (tazaroten), asam salisilat, pimekrolimus, emolien dan keratolitik. Langkah kedua atau fototerapi biasanya dipakai untuk mengobati psoriasis yang berhasil dengan pengobatan topical. Langkah ketiga adalah pengobatan sistemik, yaitu obat yang dimakan atau dimasukkan melalui suntik. Obat tersebut akan diserap dan masuk ke dalam aliran darah kemudian tersebar ke seluruh tubuh. Obat-obat yang bisa digunakan antara lain retinoid, metotreksat, siklosporin, azatiophrine. Untuk pemakaian odol belum ada buku atau jurnal yang menyebutkan dan kami tidak menyarankan penggunaan hal tersebut.

Jika memang Anda mengalami psoriasis maka sangat mungkin saat ini Anda sedang mengalami kekambuhan. Anda perlu menghubungi dokter spesialis kulit dan kelamin untuk memastikan diagnosis Anda dan Anda juga perlu memperhatikan faktor-faktor pemicu yang menyebabkan timbulnya gejala-gejala keluhan Anda. Faktor-faktor yang menyebabkan kekambuhan psoriasis Anda perlu diperhatikan dan dihindari agar dapat mencegah kekambuhan psoriasis Anda.

Psoriasis biasanya diawali atau diperburuk oleh faktor pencetus yang kita ketahui dan dapat dihindari. Faktor pencetusnya antara lain:

  • Infeksi, contohnya infeksi pada faring
  • Luka pada kulit, seperti tergores, gigitan serangga atau terbakar
  • Stress berlebihan
  • Cuaca dingin
  • Merokok
  • Minum alkohol berlebihan

Pengobatan medis yang biasa dilakukan untuk penyakit ini adalah dengan salep oles (topikal), obat minum (oral), maupun dengan penyinaran menggunakan sinar UVB. Pengobatan medis diatas hanya dapat meredam penyakit tersebut sehingga sewaktu-waktu dapat timbul kembali. Kecocokan pengobatan ini juga bergantung dari individu nya sendiri, ada yang cocok dengan satu terapi namun ada juga yang harus di kombinasi.

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi juga adalah kelainan ginjal sehingga dapat menjadi penyebab adanya keluhan kencing berdarah.

Sayangnya kami tidak mengetahui jenis antibiotik yang Anda konsumsi dan berapa lama. Jika antibiotik tidak tepat dan pemberiannya tidak adekuat maka tidak akan mempengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium.

Kami sarankan jika keluhan sangat mengganggu maka sebaiknya Anda mengunjungi dokter spesialis kulit dan kelamin untuk penanganan yang sesuai dan segera. 

Untuk informasi lengkap Anda, kami sertakan artikel:

Psoriasis

Sifilis

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar