Sukses

Muncul Miom Saat Hamil

20 Oct 2014, 04:57 WIB
Wanita, 31 tahun.
selamat siang dok,kaka ipar saya melakukan program hamil dan programnya pun berhasil,sebelumnya kaka saya bagian vagina diperiksa ada penyakit atau tidak dan kata dokter normal, dan setelah kaka saya hamil 5 minggu dan selalu periksa janin dirumah sakit secara teratur, dan setelah 1 bulan dokter bilang dirahimnya ada miom dan harus ada pengangkatan janin dan ovariumnya, yang saya pertanyakan kenapa waktu program hamil tidak terdekteksi jika kaka saya memiliki miom, cara pencegahan dan apa yang harus dihindari untuk penyakit miom, terima kasih,,

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Mioma tersebut muncul pada 20% wanita usia reproduksi (usia subur) dan biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaaan rutin.  Leiomioma yang tidak bergejala  terjadi sebanyak 40-50% pada wanita usia > 35 tahun. Pada umumnya unilateral (satu) atau kadang-kadang multipel (> 1).  Mioma bervariasi di dalam ukuran dan jumlah. Mioma sendiri juga dikatakan sebagai penyebab infertilitas (gangguan kesuburan) sebesar 27% pada wanita. Keguguran atau komplikasi dapat terjadi pada wanita dengan mioma dan salah satu penyebab histerektomi (operasi pengambilan rahim) terbesar. Leiomioma uteri dapat berlokasi di dinding rahim, menonjol melalui rongga endometrium atau permukaan rahim, dan dikenal sebagai subserosa, intramukosa, dan submukosa.

Tidak ada ukuran standar kapan mioma harus diterapi. Mioma besar tanpa gejala dan tidak mengarah ke keganasan tidak perlu diterapi. Pada mioma yang tidak diterapi, pemeriksaan fisik dan USG harus diulangi setiap 6-8 minggu untuk mengawasi pertumbuhan baik ukuran maupun jumlah mioma. Apabila pertumbuhan stabil maka pasien diobservasi setiap 3-4 bulan. Terapi medikamentosa untuk mioma terbagi atas 2, yaitu bedah (operasi) dan non-bedah. Untuk non-bedah, umumnya mioma ditangani dengan terapi hormonal, termasuk di dalamnya adalah Preparat hormonal tersebut akan memproduksi efek hipoestogen untuk mengecilkan mioma. Namun tentu saja terapi ini harus di bawah pengawasan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Pada umumnya mioma tidak akan mengganggu proses kehamilan kecuali bila letaknya di bawah selaput dinding rahim (submukosa) atau di dalam otot rahim (intramural) yang berpotensi dapat tumbuh menekan ke arah rongga rahim yang biasanya ukurannya besar (diameter lebih dari 3cm).

Mioma saat proses kehamilan akan tumbuh menjadi lebih besar karena adanya peningkatan kadar hormon. Sehingga mungkin saja baru bisa terdeteksi dan mengganggu kehamilan yang semakin besar.

Mioma pada kehamilan (tergantung ukuran dan lokasi), dapat menyebabkan keguguran, lahir prematur, gangguan kontraksi rahim dalam persalinan atau pun pasca persalinan

Tanda mioma sudah tidak ada adalah menghilangnya gejala-gejala yang disebabkan oleh mioma serta tidak tampaknya gambaran mioma pada pemeriksaan ultrasonografi. Gejala-gejala tersebut berupa:

  1. Menoragia (menstruasi dalam jumlah banyak)
  2. Perut terasa penuh dan membesar
  3. Nyeri panggul kronik (berkepanjangan)

Kami menyarankan kakak ipar Anda untuk mengunjungi/berkonsultasi kembali dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk menentukan langkah perlu diambil saat ini.

Kami lampirkan artikel mioma untuk Anda baca:

Mioma Uteri

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (DNA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar