Sukses

Serba Serbi Pasca Kuretase

20 Oct 2014, 09:38 WIB
Wanita, 27 tahun.
Salam, Saya seorang ibu dengan seorang anak berumur 21 bulan. Pada tanggal 25 April 2014, saya kuret karena iufd dengan usia kandungan 22 minggu. Dokter menyatakan bahwa calon bayi saya meninggal karena plasentanya terpelintir (dalam bahasa jawa mluntir). Setelah kuret, dokter menyatakan bahwa janin saya kurang sempurna pada kepala bagian belakang kemungkinan karena kekurangan asam folat. Ketika kontrol pasca kuret lewat usg, dokter menyatakan rahim saya sudah bersih. Saya mengalami nifas selama hampir 3 minggu, dan seminggu kemudian saya haid selama 4 hari. Hari ke-10 hingga 12(yaitu hari ini) dari hari pertama, keluar lendir cokelat dari vagina. Lendir tidak berbau juga tidak gatal. Yang ingin saya tanyakan, (1) normalkah lendir cokelat tersebut dokter? perlu diketahui bahwa siklus haid saya teratur kecuali ketika saya menyusui dan menggunakan iud.(2) seberapa urgent saya harus periksa ke dokter kandungan kembali? (3) Untuk program hamil, apa-apa saja yang harus saya perhatikan agar iufd tidak terulang kembali? Atas perhatian dokter, saya ucapkan terima kasih.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi klikdokter.

1. Normalkah keluar lendir cokelat pasca kuret?

Pada umumnya setelah satu minggu dari keguguran dan kuret, darah sudah tidak keluar lagi. Selama, darah yang keluar semakin berkurang maka tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, jika darah yang keluar tidak semakin berkurang, maka sebaiknya Anda mengunjungi dokter untuk evaluasi lebih lanjut. Jika hanya lendir berwarna cokelat apalagi tidak ada keluhan bau atau gatal, kemungkinan tidak berbahaya.

2. Pentingkah periksa ke dokter kembali?

Sangat penting, 1 minggu pasca kuret pasien harus datang kontrol kembali ke dokter untuk dilakukan evaluasi apakah ada komplikasi atau tidak.

3. Apa saja program hamil pasca kuret?

  • Umumnya seorang perempuan akan mulai berovulasi 2 - 3 minggu setelah tindakan kuretase, sehingga sebetulnya dapat segera hamil (tidak ada hubungan tindakan kuretase dengan kesuburan). Namun disarankan memulai kehamilan setelah 3 bulan untuk mempersiapkan fisik dan psikis ibu.
  • Sekitar 10-15% dari kehamilan akan mengalami keguguran oleh berbagai sebab. Sebab yang paling sering (sekitar 60%) adalah adanya kelainan kromosom berat pada embrio (atau janin) sehingga embrio tersebut tidak dapat berkembang normal dan akhirnya akan gugur. Faktor ini tidak ada tindakan pencegahannya.
  • Persiapan kehamilan pasca keguguran 1x tidak berbeda:
    • Hitung masa subur: Jika siklus menstruasi anda berlangsung teratur selama 28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi anda adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda dan suami melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu.   
    • Ubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. 
    • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami).
    • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas.
    • Konsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari seperti yang sudah Anda lakukan sebelumnya agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.
    • Lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas)
  • Jumlah dan kualitas sel telur seorang perempuan memang berkurang seiring bertambahnya usia. Selain itu, perempuan yang lebih tua juga memiliki kemungkinan mengalami kondisi medis seperti endometriosism fibroid, atau polip. Hal-hal ini dapat mempengaruhi fertilitas atau kesuburan seseorang.

Baca pula artikel artikel berikut untuk menambah informasi Anda

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. (DK)

Salam, 

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar