Sukses

Hubungan Seksual Setelah Keguguran

09 Jun 2014, 10:11 WIB
Wanita, 18 tahun.
Dok, saya ingin bertanya.. hari rabu kemarin saya keguguran dok, apakah keguguran saya mesti dikuret dok? Terus harus nunggu berapa minggukah saya bisa berhubungan seksual bersama suami saya dok? Mohon dijawab ya dok, terimakasih sebelumnya dok..
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Ibu yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda dan turut prihatin dengan musibah yang telah menimpa Anda. Penanganan keguguran sangat bergantung dari jenis keguguran yang terjadi. Jika terjadi keguguran kompilt maka biasanya tindakan kuretase sudah tidak diperlukan. Namun jika keguguran yang terjadi inkomplit atau masih terjadi perdarahan maka diperlukan tindakan kuretase. Untuk mengetahui jenis keguguran Anda maka Anda perlu mengunjungi dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk pemeriksaan USG perut.

  • Umumnya seorang perempuan akan mulai berovulasi 2 - 3 minggu setelah tindakan pengguruan, sehingga sebetulnya dapat segera hamil (tidak ada hubungan tindakan pengguguran kandungan dengan kesuburan). Namun, hal ini sangat bergantung dengan kondisi kesehatan reproduksi dan hormon Anda. Jika tidak ada masalah dengan kesehatan reproduksi dan hormon Anda maka tidak ada yang perlu Anda khawatirkan dan Anda dapat melakukan hubungan seksual dalam 2-3 minggu setelah alat reproduksi Anda pulih dari proses keguguran dan kuretase. 
  • Sekitar 10-15% dari kehamilan akan mengalami keguguran oleh berbagai sebab. Sebab yang paling sering (sekitar 60%) adalah adanya kelainan kromosom berat pada embrio (atau janin) sehingga embrio tersebut tidak dapat berkembang normal dan akhirnya akan gugur. Faktor ini tidak ada tindakan pencegahannya.
  • Persiapan kehamilan pasca keguguran 1x tidak berbeda:
    • Hitung masa subur: Jika siklus menstruasi anda berlangsung teratur selama 28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi anda adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda dan suami melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu.   
    • Untuk menghitung masa subur pada wanita dengan siklus haid tidak teratur harus dilihat dari 6 siklus haid. Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan. Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.

      Rumusnya:

      Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18

      Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11

    • Ubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. 
    • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami).
    • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas.
    • Konsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari seperti yang sudah Anda lakukan sebelumnya agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.
    • Lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas)
  • Jumlah dan kualitas sel telur seorang perempuan memang berkurang seiring bertambahnya usia. Selain itu, perempuan yang lebih tua juga memiliki kemungkinan mengalami kondisi medis seperti endometriosism fibroid, atau polip. Hal-hal ini dapat mempengaruhi fertilitas atau kesuburan seseorang.

Berusaha dan berdoa dapat membantu Anda untuk lebih tenang dalam usaha memiliki keturunan serta berserah kepada kehendak yang Kuasa. Hidup sehat, tetap berusaha dan senantiasa berdoa merupakan hal-hal yang dapat Anda lakukan. Kami doakan selalu Anda dan keluarga mendapatkan yang terbaik dari Yang Di Atas. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga dapat membantu. (JF)

Salam,

Tim redaksi KlikDokter

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar