Sukses

Memiliki Anak Setelah Keguguran

20 Oct 2014, 00:31 WIB
Wanita, 20 tahun.
Dok saya mau tanya , saya wanita umur 19 tahun sudah menikah . Kemarin saya hamil tetapi selama kehamilan saya mulai dri bulan pertama sampai bulan ke dua sering keluar bercak darah . Saya disuruh untk badrest , waktu itu jg saya sempat tifus .. Dan pernah sewaktu saya sakit dan mencoba untk mencuci pakaian dan sehabis mencuci saya buang air kecil dan melihat banyak darah di cd saya Ketika pemeriksaan di dokter kandungan ternyata kata dokter kandungan rahim saya sudah bergerak ketengah itu terjadi waktu saya jatuh dri tangga Berhubung saya jg masih kuliah akhirnya dokter menyuruh untk mengugurkannya , saya sebenarnya tdk mau tetapi melihat kondisi saya yg sakit sakitan dan sering keluar bercak darah akhirnya keluarga jg setuju Dan kata dokter yg menangani saya jika saya ingin punya anak lgi saya harus program Yang mau saya tanyakan disini apakah bisa saya punya anak normal tanpa program Apakah dampaknya bila saya punya anak secara normal tanpa program Apakah ada efek yg terjadi pada kandungan saya karena itu adala anak pertama Berapa persentase saya bisa punya anak lgi Karena jujur dok saya termasuk org yg subur karena baru 2 kali berhubungan saya sudah hamil Dan sekarang saya sedang fokus kuliah dan rencananya mau punya anak lgi 1 tahun kedepan Mohon bantuannya
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Ibu yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda dan turut prihatin dengan musibah yang telah menimpa Anda.

  • Umumnya seorang perempuan akan mulai berovulasi 2 - 3 minggu setelah tindakan pengguruan, sehingga sebetulnya dapat segera hamil (tidak ada hubungan tindakan pengguguran kandungan dengan kesuburan). Namun, hal ini sangat bergantung dengan kondisi kesehatan reproduksi dan hormon Anda. Jika tidak ada masalah dengan kesehatan reproduksi dan hormon Anda maka tidak ada yang perlu Anda khawatirkan. 
  • Sekitar 10-15% dari kehamilan akan mengalami keguguran oleh berbagai sebab. Sebab yang paling sering (sekitar 60%) adalah adanya kelainan kromosom berat pada embrio (atau janin) sehingga embrio tersebut tidak dapat berkembang normal dan akhirnya akan gugur. Faktor ini tidak ada tindakan pencegahannya.
  • Persiapan kehamilan pasca keguguran 1x tidak berbeda:
    • Hitung masa subur: Jika siklus menstruasi anda berlangsung teratur selama 28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi anda adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda dan suami melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu.   
    • Untuk menghitung masa subur pada wanita dengan siklus haid tidak teratur harus dilihat dari 6 siklus haid. Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan. Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.

      Rumusnya:

      Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18

      Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11

    • Ubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. 
    • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami).
    • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas.
    • Konsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari seperti yang sudah Anda lakukan sebelumnya agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.
    • Lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas)
  • Jumlah dan kualitas sel telur seorang perempuan memang berkurang seiring bertambahnya usia. Selain itu, perempuan yang lebih tua juga memiliki kemungkinan mengalami kondisi medis seperti endometriosism fibroid, atau polip. Hal-hal ini dapat mempengaruhi fertilitas atau kesuburan seseorang.

Berusaha dan berdoa dapat membantu Anda untuk lebih tenang dalam usaha memiliki keturunan serta berserah kepada kehendak yang Kuasa. Hidup sehat, tetap berusaha dan senantiasa berdoa merupakan hal-hal yang dapat Anda lakukan. Kami doakan selalu Anda dan keluarga mendapatkan yang terbaik dari Yang Di Atas.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga dapat membantu. (JF)

Salam,

Tim redaksi KlikDokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar