Sukses

Ingin Hamil Setelah Keguguran

20 Oct 2014, 10:48 WIB
Wanita, 24 tahun.
Sore dokter.. Saya ingin menanyakan, setelah bulan Maret lalu saya keguguran, siklus haid saya kembali lagi ke awal, yaitu maju. mis: mei tanggal 8 saya haid, bulan Juni ini saya haid tgl 2. tetapi singkat, yaitu 3hari. Apakah dengan siklus haid tersebut, saya bisa hamil kembali dalam waktu dekat ini? dan apakah siklus saya teratur, atau bagaimana,? lalu apakah rahim saya sudah kuat jika saya hamil kembali? Mohon maaf dok terlalu banyak pertanyaannya. Terima kasih

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Kami akan mencoba menjawab pertanyaan Anda.

Apakah siklus saya teratur?

Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, dengan lama keluarnya darah haid berlangsung selama 2-8 hari. Merujuk dari cerita Anda, siklus Anda termasuk dalam hitungan normal yaitu 27 hari. 

Apakah rahim saya sudah kuat jika saya hamil kembali?

  • Umumnya seorang perempuan akan mulai berovulasi 2 - 3 minggu setelah tindakan kuretase, sehingga sebetulnya dapat segera hamil (tidak ada hubungan tindakan kuretase dengan kesuburan).
  • Sekitar 10-15% dari kehamilan akan mengalami keguguran oleh berbagai sebab. Sebab yang paling sering (sekitar 60%) adalah adanya kelainan kromosom berat pada embrio (atau janin) sehingga embrio tersebut tidak dapat berkembang normal dan akhirnya akan gugur. Faktor ini tidak ada tindakan pencegahannya.
  • Persiapan kehamilan pasca keguguran 1x tidak berbeda:
    • Hitung masa subur: Jika siklus menstruasi anda berlangsung teratur selama 28 hari, maka waktu terjadinya ovulasi anda adalah perkiraan Hari Pertama Haid Berikutnya dikurangi 14 hari. Lakukanlah hubungan seksual terutama pada 3 hari sebelum waktu ovulasi hingga 3 hari setelah terjadinya ovulasi. Kemungkinan terjadinya pembuahan akan lebih tinggi jika Anda dan suami melakukan hubungan seksual pada masa-masa itu.   
    • Untuk menghitung masa subur pada wanita dengan siklus haid tidak teratur harus dilihat dari 6 siklus haid. Catat jumlah hari dalam satu siklus haid selama 6 bulan. Jumlah hari terpendek dalam 6 kali siklus haid dikurangi 18. Hitungan ini menentukan hari pertama masa subur. Jumlah hari terpanjang selama 6 siklus haid dikurangi 11. Hitungan ini menentukan hari terakhir masa subur.

      Rumusnya:

      Hari pertama masa subur = Jumlah hari terpendek – 18

      Hari terakhir masa subur = Jumlah hari terpanjang – 11

    • Ubah pola hidup menjadi lebih sehat dengan makan makanan bergizi dan seimbang, asupan vitamin sesuai kebutuhan, istirahat teratur, dan berolahraga. 
    • Hentikan segala kegiatan yang kurang baik apabila Ibu ingin hamil. Hindari merokok, obat-obatan terlarang, dan alkohol (termasuk suami).
    • Hindari juga konsumsi obat-obatan termasuk yang dijual bebas.
    • Konsumsi vitamin B dalam jumlah cukup dan asam folat sebanyak 400 mikrogram/hari seperti yang sudah Anda lakukan sebelumnya agar dapat mengurangi risiko gangguan perkembangan otak embrio.
    • Lakukan hubungan intim 3x/minggu dengan posisi misionaris (pria di atas)
  • Jumlah dan kualitas sel telur seorang perempuan memang berkurang seiring bertambahnya usia. Selain itu, perempuan yang lebih tua juga memiliki kemungkinan mengalami kondisi medis seperti endometriosism fibroid, atau polip. Hal-hal ini dapat mempengaruhi fertilitas atau kesuburan seseorang.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (DNA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar