Sukses

Bersepeda Sebabkan Gangguan Seksual?

19 Oct 2014, 07:09 WIB
Wanita, 32 tahun.
Saya ibu rumah tangga dg 3 putra (usia 32 th). Sejak 3 bln terakhir saya rutin berolahraga naik sepeda, tapi ternyata ada teman saya yang bilang kalau naik sepeda kurang bagus untuk wanita. Jadi saya minta tolong di jelaskan kekurangan dan kelebihan dari bersepeda. Teima kasih

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi klikdokter.

Olahraga sepeda termasuk olahraga aerobik yang memacu kerja jantung, olahraga ini sangat baik dilakukan oleh pria maupun wanita. Olahraga sepeda dapat menguatkan otot tubuh, terutama otot kaki dan paha, membantu menurunkan berat badan, dan tentunya membuat tubuh lebih sehat.  Namun, sama halnya seperti olahraga jenis lainnya, sebaiknya tidak dilakukan terlalu lama. Pada pria, olahraga dapat menyebabkan menurunnya kualitas dan kuantitas sperma karena kompresi/penekanan testis oleh sadel sepeda dan peningkatan suhu sekitar testis menjadi lebih panas. Menurut sebuah penelitian, hal ini dapat terjadi pada laki-laki yang bersepeda > 5 jam/minggu, terutama pada sepeda dengan setang rendah sehingga membuat tubuh harus membungkuk. Selain itu, dapat juga menyebabkan penekanan pada pembuluh darah dan syaraf sehingga dapat menyebabkan disfungsi ereksi pada pria. Pada wanita juga dapat terjadi rasa /mati rasa di daerah panggul yang berakibat menurunnya sensitivitas seksual.

Namun bukan berarti tidak boleh olahraga sepeda. Efek samping tersebut biasanya bersifat temporer. Penyebab kematian terbanyak di dunia adalah karena serangan jantung dan penyakit kardiovaskular lainnya. Olahraga aerobik yang memacu kerja jantung sangat baik untuk mencegah penyakit tersebut. Tetap lakukan olahraga sepeda, namun sebaiknya tidak terlalu lama, jika bersepeda dalam waktu lama coba berdiri pada pedal untuk merelaksasikan otot-otot dan melancarkan peredaran darah di sekitar perineum. Pilihlah sepeda dengan setang yang sejajar dengan badan sehingga tidak mengharuskan Anda membungkuk untuk mengurangi penekanan di daerah perineum. Selain itu coba kombinasikan dengan olahraga lainnya seperti lari, berenang, dan sebagainya.

Beriku kami lampirkan artikel:

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. (DK)

Salama,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar