Sukses

Ingin Menggugurkan Kandungan & Anak Pertama Masih Kecil

20 Oct 2014, 08:49 WIB
Wanita, 35 tahun.
Selamat Pagi Dokter .. Saya baru melahirkan Anak Saya yg pertama pasca operasi caesar 8 bulan yang lalu dan Saya Sekarang hamil kembali sudah 5 Minggu ..dalam hal lahir dan batin saya belom siap untuk mempunyai momongan kembali yang ingin saya tanyakan bagaimana menurut medis ? Dan apakah ada resiko jika saya ingin melakukan peluluhan .. Terima kasih sebelumnya

 Terima kasih atas pertanyaan Anda, 

Kami turut prihatin dengan kondisi Anda. Walaupun demkian, menurut hukum di Indonesia, aborsi buatan/sengaja adalah tindakan yang bertentangan dengan hukum dan dapat dikenakan hukuman.  Baik pelaksana (dokter atau tenaga medis lain) maupun orang tua yang melanggar dapat dikenakan tindak hukum pidana. Selain itu, selain bertentangan dengan agama, dokter juga mengucapkan sumpah kedokteran untuk menghargai kehidupan sejak terjadi pembuahan. 

Untuk menggugurkan kandungan harus ada alasan medis yang tepat, alasan tersebut meliputi: ada cacat janin yang tidak dapat disembuhkan dan mengancam nyawa janin, ibu memiliki penyakit dan kondisi kesehatannya terancam dengan kandungan yang dialaminya. Perlu juga diketahui risiko dari penguguran kandungan. Ada beberapa efek juga yang dapat muncul dari pengguguran kandungan yang salah seperti kelainan pada organ kelamin wanita, lalu dapat juga terjadi gangguan psikis pada sang Ibu.

Menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah “abortus” adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia 20 minggu kehamilan atau berat bayi kurang dari 500 g (ketika janin belum dapat hidup di luar kandungan). Angka kejadian aborsi meningkat dengan bertambahnya usia dan terdapatnya riwayat aborsi sebelumnya. Proses abortus dapat berlangsung secara :

  1. Spontan / alamiah (terjadi secara alami, tanpa tindakan apapun)
  2. Buatan / sengaja (aborsi yang dilakukan secara sengaja),
  3. Terapeutik / medis (aborsi yang dilakukan atas indikasi medik karena terdapatnya suatu permasalahan atau komplikasi).

Namun menurut pendapat kami sebaiknya janin dipertahankan sebab setiap individu mendapat hak untuk hidup. Bayi merupakan anugrah dari Tuhan. Banyak sekali pasangan yang berusaha mendapatkan bayi namun sulit, bisa saja hal ini merupakan pemberian dari Tuhan yang harus Anda hargai. Coba berunding lagi dengan suami Anda mengenai hal ini dan kami sarankan agar Anda konsultasi ke Dokter Ahli Kebidanan dan Kandungan.

Demikian informasi yang kami dapat sampaikan. Semoga bermanfaat (DNA)

Salam, 


Tim Redaksi Klik Dokter

0 Komentar

Belum ada komentar