Sukses

Nyeri Haid, Ini Sebabnya

23 May 2014, 13:17 WIB
Wanita, 19 tahun.
teman saya seorang perempuab berusia 19 tahun. Beberapa bulan terakhir, dia mengalami keterlambatan datang bulan secara terus menerus dengan kondisi sebagai berikut: 1. Dia mulai merasa nyeri (ringan) sejak sekitar tanggal 14 di tiap bulan. Nyeri tersebut datang dan pergi begitu saja dan semakin nyeri tiap harinya. Dan akan menjadi sangat sakit saat menjelang haid (1 hari sebelum) hingga hari kedua/ketiga haid. 2. Siklus haid tidak teratur meski rasa nyeri tersebut mulai terasa tepat pada sekitar tanggal 14 di tiap bulan. Pada awal ny dia teratur haid sekitar tanggal 14 yang disertai rasa nyeri sejak 1-2 hari menjelang haid, namun beberapa bulan terakhir sejak rasa nyeri-hilang-nyeri-hilang tersebut siklus haid nya selalu terlambat dimulai dari tanggal 16, 20, 23,dan untuk saat ini (tanggal 23) haid nya belum datang. 3. Sejak rasa nyeri mulai terasa badan nya jadi lebih mudah pegal-pegal dan mudah lelah. Dia khawatir jika hal ini dapat mempengaruhi kesehatan daerah kewanitaan dan mempengaruhi "kesuburan" / menjadi lebih sulit dalam memperoleh keturunan. Mohon bantuannya.
dr. Adithia Kwee

Dijawab Oleh:

dr. Adithia Kwee

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Oleh karena itu ijinkan kami menjelaskan sedikit mengenai nyeri Haid. Dismenorea atau nyeri haid biasanya dialami pada wanita usia muda. Nyeri ini diakibatkan karena adanya kontraksi dinding uterus yang biasanya di dominasi di area perut bagian bawah yang menjalar hingga ke pinggang, punggung bagian belakang, sampai ke area paha.

Rasa sakit ini biasanya dirasakan pada hari ke-1 hingga hari ke-3 dari siklus menstruasi. Rasa nyeri yang diarasakan oleh setiap wanita berbeda beda, dapat berupa nyeri ringan maupun berat hingga mengganggu aktivitas sehari hari. Jika nyeri yang dirasakan sangat berat dan mengganggu aktivitas sehari hari dikenal dengan nama dismenorea. Terdapat dua jenis dismenore, yaitu :

  • Dismenorea primer : dismenore tipe ini timbul sejak haid pertama dan akan pulih sendiri dengan berjalannya waktu dengan lebih stabilnya hormon tubuh . Nyeri haid ini adalah normal, dan tidak membahayakan kesehatan. Dismenorea ini terjadi murni karena kontraksi otot rahim saat menstruasi akibat dari hormon prostaglandin
  • Dismenorea sekunder : biasanya baru timbul di kemudian hari setelah menstruasi pertama. Berlangsung lebih dari 3 hingga 4 hari dan disertai mual, muntah atau bahkan diare. Dismenore ini dapat disebabkan oleh beberapa panyakit/kelainan penyebab, antara lain : kelainan atau penyakit seperti infeksi rahim, kista atau polip, tumor sekitar kandungan,dll.

Bagaimana dengan nyeri yang dirasakan sahabat Anda saat menstruasi ?

Beberapa penyakit yang dapat menimbulkan keluhan nyeri haid diantaranya:

  1. Endometriosis: Endometriosis adalah pertumbuhan  kelenjar endometrium dan stroma yang berasal dari rahim.  Pada endometriosis, lapisan yang menyerupai endometrium tumbuh dan ditemukan di luar rahim, berespon terhadap siklus menstruasi, namun lapisan endometrium yang berada di luar rahim tidak memiliki jalan keluar untuk perdarahan yang dialaminya setiap bulan sehingga lapisan disekitarnya akan meradang dan membengkak sehingga menimbulkan nyeri haid yang hebat.
  1. Penyakit Radang Panggul: infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang dimulai dari uterus dan dapat menyebar ke organ reproduksi lainnya.
  1. Stenosis Serviks: penyempitan leher rahim. Gangguan ini sering disebabkan oleh adanya jaringan parut.
  1. Tumor (fibroids): perkembangbiakkan dari dinding dalam uterus

Jika nyeri haid timbul lebih lama dari 2-3 hari dan terasa sangat berat hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, apalagi sampai muncul keluhan mual, muntah, pingsan, Anda patut mencurigai adanya penyakit yang mendasari. Endometriosis adalah penyebab tersering keluhan nyeri haid hebat pada wanita. Jika nyeri hebat dan menganggu sebaiknya memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan.

Baca pula artikel artikel berikut untuk menambah informasi Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. (AK)

Salam, 


Tim Redaksi KlikDokter.

0 Komentar

Belum ada komentar