Sukses

Infeksi Tuberkulosis dan Gula Darah Tinggi

16 Oct 2014, 09:30 WIB
Wanita, 53 tahun.
Salam sejahtera, Terima kasih banyak atas segenap respon dan jawaban untuk pertanyaan saya di sini: https://www.klikdokter.com/tanyadokter/read/2014/05/19/32837/penanganan-tb-diabetes- Maaf, jika diperkenankan saya ingin mengajukan beberapa hal lagi. Tadi sore saya ajak ibu untuk kontrol. Karena trauma perjalanan menggunakan mobil, Ibu memaksa untuk menggunakan sepeda motor saja. Tapi tetap saja, di perjalanan Ibu saya mabuk berat dan muntah. Ibu saya sebelum diperiksakan memang ada keluhan batuk kering, sesak nafas dan penurunan berat badan. Namun setelah periode pertama (15 hari) mengonsumsi obat (termasuk Rifastar 4FDC), keluhan batuk dan sesak nafas tidak ada lagi. Mengenai adanya peningkatan Leukosit (12,3) dan LED 1 Jam (97) dari hasil lab darah, apakah ada kemungkinan lain selain TB. Mengingat tadi dokter yang memeriksa Ibu saya memutuskan untuk menghentikan pemberian Rifastar. Ketika saya konfirmasi, beliau hanya menjawab bahwa obat itu harus dihentikan. Kata beliau, fokus pengobatan sekarang lebih mengarah kepada Pembesaran Jantung. Apakah memang Rifastar bisa digunakan untuk gejala lain selain TB? Ibu saya mengonsumsi Amaryl selama periode pertama (15 hari) pengobatan. Selama 2 hari pertama mengonsumsi, Ibu saya mengalami gejala mirip hipoglikemia dan saya konsultasikan dengan dokter dan dokter menurunkan dosis menjadi 1x sehari sebelum makan. Tapi kemudian gula darah Ibu saya naik lagi. Terima kasih atas segenap perhatiannya. Salam, Fathur Roman
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda


1. Rifastar mengandung rimfapicin, ethambutol, INH dan pyrazinamid yang memang tujuannya adalah untuk mengobati penyakit tuberkulosis jadi obat ini hanya digunakan untuk infeksi tuberkulosis. Batuk, sesak nafas, dan penurnan berat badan memang dapat merupakan gejala dari infeksi tuberkulosis namun pada penyakit pembesaran jantung atau gagal jantung gejala ini juga dapat muncul. Memang dalam mengobati penyakit yang perlu diperhatikan dahulu adalah mana yang lebih memliki potensi untuk menimbulkan kondisi kegawatdaruratan. Sebaiknya coba dikonfirmasi lagi apakah benar Ibu Anda menderita tuberkulosis atau tidak. Dan sudah sampai mana kondisi pembersaran jantung Ibu Anda. 

2. Untuk mengobati diabetes memang sangat sulit, diperlukan pencocokan obat yang dapat berlangsung lama. Bila dengan amaryl 1x1 gula drah masih tinggi, coba konsultasikan ke dokter yang memberikan obat itu, bisa juga diberikan tambahan obat lain yang efek menurunkan gula darah tidak sedrastis amaryl (menurunkan gula pelan-pelan). Lalu sangat penting juga Anda melakukan pemeriksaan HbA 1c untuk melihat rata-rata gula darah IBu Anda selama 3 bulan. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.(EA)
 
Salam,
 
Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar