Sukses

Bau Mulut dan Penyebabnya

22 May 2014, 14:28 WIB
Wanita, 30 tahun.
Pasien di atas, kondisi tubuh sehat. Tapi, sudah sejak awal pertmuan, sudah mulai saya rasakan. Dia sangat peduli memelihara dan menjaga kebersihan badan dan lingkungan sekitar. Dia juga rajin menggosok gigi. Namun, bau tak sedap seakan bukan berasal dari mulutnya. Apakah sebenarnya penyebab nafas tak sedap dari pasien tersebut di atas? Adakah kelainan atau gangguan pada lambung? Terima kasih atas segala bantuannya kelak. Salam, Bpk. Budiyanto
Klikdokter

Dijawab Oleh:

Klikdokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Sebelum menjawab pertanyaan Anda sepertinya informasi yang Anda berikan terputus pada bagian awalnya, maka saya akan menjawab berdasarkan informasi yang ada.Penyebab timbulnya bau mulut atau halitosis disebabkan oleh beberapa faktor baik yang berasal dari dalam tubuh (intrinsik) maupun yang berasal dari luar tubuh (ekstrinsik), yaitu:

  • Kebersihan mulut yang buruk, sehingga jumlah bakteri sangat banyak dalam mulut dan di permukaan lidah. Tanpa pembersihan mulut yang baik, sisa makanan akan tertinggal dalam mulut dan menjadi lingkungan yang cocok untuk bakteri berkembang biak yang akan menyebabkan bau pada mulut. Selain itu, sisa makanan yang menempel pada gigi, gusi, dan lidah akan menyebabkan gingivitis (radang gusi) dan gigi berlubang, sehingga akan meningkatkan bau mulut dan rasa yang tidak enak di dalam mulut.
 
  • Pembersihan gigi tiruan yang kurang baik .
  • Gigi tiruan yang tidak dibersihkan dengan baik menyebabkan penumpukan sisa makanan dan bakteri pada permukaan gigi tiruan sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap.

  • Penyakit gusi atau jaringan periodontal (jaringan penyangga gigi).
  • Penyakit sistemik. Bau mulut dapat merupakan salah satu gejala dari penyakit tertentu, misalnya infeksi saluran pernapasan, gangguan pencernaan, diabetes, atau kelainan pada hati.
  • Xerostomia (mulut kering).
  • Pemakaian beberapa obat-obatan tertentu dapat menyebabkan mulut menjadi kering, terutama obat-obatan untuk mengatasi depresi dan tekanan darah tinggi. Xerostomia juga dapat disebabkan oleh kelainan pada kelenjar ludah sehingga produksi ludah menurun. Selain itu, kebiasaan bernapas lewat mulut juga dapat menyebabkan mulut cenderung menjadi lebih kering.
  • kebiasan merokok.
  • konsumsi makanan tertentu.

Berikut cara mengatasi bau mulut (halitosis)

  1. Sikat gigi dua kali sehari, pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
  2. Lakukan flossing sekali dalam sehari untuk mengangkat plak dan sisa makanan yang tersangkut di antara celah gigi-geligi.
  3. Pembersihan permukaan lidah secara teratur. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan sikat gigi yang lembut.
  4. Pemakaian obat kumur anti bakteri untuk mengurangi pertumbuhan bakteri dalam mulut sesuai anjuran dokter gigi.
  5. Scaling (pembersihan karang gigi).
  6. Perbaikan dan penambalan gigi-gigi yang berlubang.
  7. Berhenti merokok.
  8. Pada kasus-kasus xerostomia/ mulut kering , dokter gigi mungkin akan memberikan saliva buatan. Perbanyak minum air putih dan konsumsi sayuran serta buah-buahan.
  9. Lakukan kunjungan secara teratur ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk kontrol rutin dan pembersihan.
  10. Lakukan konsultasi dengan dokter bila halitosis berkaitan dengan penyakit sistemik.

Jika sudah rajin menjaga kebersihan gigi. Kemungkinan bau mulut yang diderita diakibatkan penyakit sistemik. Akan tetapi diagnosa belum dapat dipastikan jika belum dilakukan pemeriksaan fisik.

Berikut artikel yang dapat Anda baca.

Demikian informasi yang dapat Saya sampaikan, semoga bermanfaat.

Salam

drg. Arni Maharani.

0 Komentar

Belum ada komentar