Sukses

Ukuran Sel Telur Yang Kecil

19 Oct 2014, 14:11 WIB
Pria, 24 tahun.
dokt sy mao tny, sy prnh usg hasilnya seltelur sy kecil blm mencapai uk 18(uk normal) smpai saat ini sy 9th menikah blm pny anak prnh pap smear hsl nya sediaan apus mengandung sel skuamosa & endoserviks normal serta lekosit tdk dijumpai sel abnormal/ ganas, apakah hsl papsmear itu sy ada gangguan dok? sehingga sy blm pny anak? bagaimana cara nya utk menghsilkan sel telur utk mecapai ukr normalnya dok agar sy bs pny anak. mohon dibantu ya dok. trimakasi :)

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Apakah Anda memiliki penyakit PCOS (Policystic Ovarian Syndrome)? Biasanya wanita dengan PCOS memiliki ukuran sel telur yang kecil. Ukuran sel telur yang matang (siap untuk dibuahi) adalah 18 - 25 mm. Perkembangan folikel (sel telur) sangat dipengaruhi oleh hormon estrogen. Jika terdapat gangguan dalam proses sintesis hormon ini, maka dapat menyebabkan gangguan perkembangan folikel. Dokter juga biasanya akan melakukan pemeriksaan kadar gula darah dan insulin karena PCOS dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah.

Proses ovulasi dipengaruhi oleh pengeluaran hormon estrogen dan progesteron yang dipengaruhi oleh kelenjar hipofisis dan hipothalamus di otak. GnRH merangsang kelenjar hipofisis memroduksi hormon FSH-LH, kemudian FSH dan LH merangsang indung telur (ovarium) untuk memroduksi hormon estrogen dan progesteron. Jika jalur tersebut berjalan baik maka dapat terjadi proses ovulasi atau telur siap untuk dibuahi.

Prolaktin merupakan hormon yang diproduksi oleh kelenjar hipofisis di otak. Kadar prolaktin tinggi akan menghasilkan reaksi umpan balik negatif dan membatasi produksi hormon GnRH dan FSH yang berperan dalam proses ovulasi. Kedua hormon ini juga bertanggung jawab terhadap pertumbuhan sel telur. Bila kadar prolaktin dalam badan tinggi, ovulasi tidak akan terjadi dan menyebabkan susah hamil.

Berdasarkan informasi yang diberikan, hasil Papsmear yang telah Anda lakukan hasilnya dalam batas normal dan tidak dijumpai adanya kelainan. 

Kami menyarankan Anda untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis kandungan dan kebidanan untuk diagnosis dan terapi lebih lanjut.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (DNA)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar