Sukses

Mioma Uteri

19 May 2014, 13:03 WIB
Pria, 36 tahun.
Salam Kami sudah menikah selama 2 tahun dan desember 2013 kemarin kandungan istri saya di korek karna janinya tidak berkembang/tidak ada detak jantung selama 9 minggu dan sudah second opini dengan dokter kandungan lainnya. setelah itu istri saya ganti dokter dan setelah dilakukan pemeriksaan ternyata ada MIOM didlam rahimnya. yang menjadi pertanyaan saya : 1. Apakah pada kehamilan 9 minggu itu tidak bisa terdeteksi Miom seperti pada pemeriksaan ke pada dokter yang ke dua? 2. Apakah miom itu harus di operasi? 3. apakah setelah operasi tidak mempengaruhi/ tidak bisa mengadung lagi. mohon saran dan petunjuknya terima kasih

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Sekilas kami akan membahas mengenai mioma uteri. Mioma uteri atau juga dikenal dengan leiomioma uteri atau fibroid adalah tumor jinak rahim yang paling sering didapatkan pada wanita. Leiomioma berasal dari sel otot polos rahim dan pada beberapa kasus berasal dari otot polos pembuluh darah rahim.

Mioma tersebut muncul pada 20% wanita usia reproduksi (usia subur) dan biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaaan rutin.  Leiomioma yang tidak bergejala  terjadi sebanyak 40-50% pada wanita usia > 35 tahun. Pada umumnya unilateral (satu) atau kadang-kadang multipel (> 1).  Mioma bervariasi di dalam ukuran dan jumlah. Mioma sendiri juga dikatakan sebagai penyebab infertilitas (gangguan kesuburan) sebesar 27% pada wanita. Keguguran atau komplikasi dapat terjadi pada wanita dengan mioma dan salah satu penyebab histerektomi (operasi pengambilan rahim) terbesar. Leiomioma uteri dapat berlokasi di dinding rahim, menonjol melalui rongga endometrium atau permukaan rahim, dan dikenal sebagai subserosa, intramukosa, dan submukosa.

1. Apakah pada kehamilan 9 minggu itu tidak bisa terdeteksi Miom seperti pada pemeriksaan ke pada dokter yang ke dua?

Miom dapat dideteksi pada saat kehamilan 9 minggu. Tetapi semua tergantung lokasi miom, jika lokasinya menjorok kedalam rongga rahim terkadang dengan USG saja tidak dapat terdeteksi, diperlukan pemeriksaan tes HSG (Hysterosalpingography) dengan memasukkan cairan ke dalam rahim sambil dilakukan USG.

2. Apakah miom itu harus di operasi?

Tidak ada ukuran standar kapan mioma harus diterapi. Mioma besar tanpa gejala dan tidak mengarah ke keganasan tidak perlu diterapi. Pada mioma yang tidak diterapi, pemeriksaan fisik dan USG harus diulangi setiap 6-8 minggu untuk mengawasi pertumbuhan baik ukuran maupun jumlah mioma. Apabila pertumbuhan stabil maka pasien diobservasi setiap 3-4 bulan. Terapi medikamentosa untuk mioma terbagi atas 2, yaitu bedah (operasi) dan non-bedah. Untuk non-bedah, umumnya mioma ditangani dengan terapi hormonal, termasuk di dalamnya adalah Preparat hormonal tersebut akan memproduksi efek hipoestogen untuk mengecilkan mioma. Namun tentu saja terapi ini harus di bawah pengawasan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

3. Apakah setelah operasi tidak mempengaruhi/ tidak bisa mengadung lagi?

Penelitian menyatakan 50% wanita yang sudah mengalami operasi miom dapat hamil.  Bila haid teratur pasca operasi kemungkinan hamil tetap ada. Konsultasikan selalu dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Kami menyarankan istri Anda mengunjungi/berkonsultasi kembali dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk menentukan langkah perlu diambil saat ini.

Kami lampirkan artikel mioma untuk Anda baca:

Mioma Uteri

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (DNA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar