Sukses

Hamil & Keluar Cairan Vagina Berwarna Susu

20 Oct 2014, 08:52 WIB
Wanita, 23 tahun.
siang dok.. khmilan saya sekrng sudh 37 minggu.namun dalam sepekan ini sudah 3x kluar cairan dari vagina cairan berwarna putih susu hnya merembes nyampe betis. bahayakah bagi kesehatan ibu dan janin ???

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Pada saat hamil akan terjadi peningkatan pengeluaran cairan vagina (keputihan) daripada biasanya yang disebabkan karena adanya perubahan hormonal selama kehamilan. Bentuk keputihan yang normal selama kehamilan adalah berwarna bening atau putih susu, encer dan tidak berbau.

Namun bila keputihan mulai berubah warna (kuning, abu-abu, atau kehijauan), berdarah, keluar dalam jumlah sangat banyak, berbau atau menimbulkan rasa gatal di daerah vagina dengan / atau rasa nyeri perut dibagian atas, kami sarankan sebaiknya anda segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan anda agar dapat ditangani sedini mungkin. 

Beberapa tips yang dapat membantu anda mencegah infeksi pada daerah kemaluan adalah:

  1. Gunakan selalu pakaian dalam dari bahan katun dan hindari  pakaian dalam dari bahan sintetis serta celana ketat.

  2. Usahakan agar jangan menggunakan panty liner setiap hari.

  3. Usai mandi usahakan area genital benar-benar kering. Gunakan pengering berupa handuk yang bersih dan jangan menggunakan tissue dengan pengharum.

  4. Bersihkan daerah kemaluan dari depan ke belakang setiap selesai berkemih atau buang air besar karena dapat membantu mengurangi kontaminasi mikroorganisme dari saluran kemih dan anus.

Bila tidak ditangani dengan baik, keputihan tersebut bisa membahayakan kehamilan. Tidak hanya dapat menyebabkan persalinan prematur (prematuritas), keputihan pada kehamilan juga dapat menyebabkan ketuban pecah sebelum waktunya serta kelahiran bayi dengan berat lahir rendah (kurang dari 2500 gram). Olah karena itu kami sarankan Anda segera konsultasi ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan agar dapat dilakukan pemeriksaan fisik secara langsung dan mendapatkan terapi yang optimal. 

Demikian penjelasan kami.Semoga dapat bermanfaat. (DNA)

Salam, 

 

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar