Sukses

Penanganan TB & Diabetes

19 Oct 2014, 20:42 WIB
Wanita, 53 tahun.
Salam sejahtera, Maaf dok, saya ingin bertanya tentang kondisi Ibu saya saat ini. Ibu saya tinggal di wilayah yang cukup sulit mengakses RS di Ciamis Selatan (sekarang masuk Kab. Pangandaran). Untuk menuju RS (bukan klinik) terdekat dibutuhkan hingga 2 jam perjalanan. Ibu saya gampang sekali mabuk perjalanan hingga berat, sedangkan dokter menuntut Ibu harus dibawa untuk dikontrol dokter. Sekitar 2 minggu ke belakang, Ibu saya didiagnosis menderita TB Paru dan diharuskan mengonsumsi obat selama 6 bulan tanpa putus. Dokter Spesialis Penyakit Dalam yang kami kunjungi menyarankan untuk 2 bulan pertama setiap 2 minggu sekali untuk kontrol. Setelahnya, setiap sebulan sekali. Dan saat ini, Ibu saya ada di hari terakhir 2 minggu pertama mengonsumsi obat itu. Selain TB Paru, Ibu saya juga mengidap Diabetes, Kolesterol tidak stabil, dan Pembesaran Jantung. Ketika diperiksakan ke RS, Ibu saya melalui serangkaian tes laboratorium untuk cek darah, EKG dan Rontgen tapi tanpa cek dahak. Sebagai catatan, tekanan darah Ibu saya ketika diperiksa adalah 120/80. Kondisi awal Ibu saya: - Batuk kering dan cukup keras - Kaki berasa agak tebal dan kebas - Sesak nafas hingga sulit tidur - Nafsu makan meningkat - Kurus kering Rontgen: Klinis? - Cor sulit dinilai - siNuses dan diafragma kabur - Pulmo: corakan bertambah, Perselubungan opak kir-kanan bawah, Nodul opak tengah kanan - Kesan: Menyokong efusi pleura bilateral, ec? Nodul tengah kanan, ec DD/ efusi kapsulate (fisura) Konsolidasi padat infiltrat (spesifik) Massa tumor Laboratorium: KIMIA DARAH - Bilirubin Total: 0,72 - Bilirubin Direk: 0,24 - Bilirubin Indirek: 0,48 - SGOT: 51,1 - SGPT: 52,6 - Gula Darah Sewaktu: 221 { setelah 13 hari, sore sebelum makan saya cek menggunakan alat bernama NESCO MultiCheck, hasilnya 377. Pagi harinya sebelum makan saya cek lagi turun ke angka 127 } - Ureum, BUN: 44,9 - Kreatinin: 0,80 - Cholesterol Total: 128 { setelah 13 hari saya cek menggunakan alat bernama NESCO MultiCheck, hasilnya 256 } - HDL-Cholesterol: 38 - LDL-Cholesterol: 70 - Trigliserida: 99 - Asam Urat: 4,1 URINE - Warna Urine: Kuning - Kekeruhan: Agak Keruh - Keasaman, pH: 6.5 - Berat Jenis, BJ: 1.020 - Protein: (2+) - Reduksi: (2+) - Urobilinogen: (+) NORMAL - Bilirubin: (-) - Nitrit: (-) - Keton: (-) * Lekosit: 2-3 * Eritrosit: 5-9 * Sel Epitel: 0-1 * Silinder: - * Kristal-kristal: - * Bakteri: - * Lain-lain: - HEMATOLOGI - Hemoglobin: 10,3 - Jml. Lekosit: 12,3 - LED 1 Jam: 97 - Hitung Jenis Lekosit: Basofil: 0 Eosinofil: 2 Netrofil Batang: 3 Netrofil Segmen: 76 Lymfosit: 15 Monosit: 4 Sel Muda / Blast: - Untuk berkas asli hasil tes, jika berkenan bisa dilihat di sini: - http://clomgiriwil.files.wordpress.com/2014/05/ekg.jpg - http://clomgiriwil.files.wordpress.com/2014/05/rontgen.jpg - http://clomgiriwil.files.wordpress.com/2014/05/lab1.jpg - http://clomgiriwil.files.wordpress.com/2014/05/lab2.jpg Obat Resep Dokter: - Amaryl M 1mg/250mg: 2 x 1 Setelah Makan - Rifastar 4FDC: 1 x 3 Setelah Makan - NeuroSanbe: 3 x 1 Setelah Makan - Tensicap 12.5: 3 x 1/2 Setelah Makan - Renapar: 1 x 1 Setelah Makan - Digoxin: 1 x 1 Setelah Makan - Uresix: 1 x 1 Setelah Makan Pagi Kondisi Terakhir Ibu saya: - Batuk tidak ada - Sesak Nafas tidak ada - Sering Mual (Muntah sekali tadi pagi) - Rasa Kebas di kaki masih ada sedikit - Badan tidak enak seperti meriang (mungkin karena efek gula darah naik) - Nafsu makan hilang - Pusing Dengan uraian di atas, sebagai second opinion, apakah memang diagnosa TB Paru terhadap ibu saya sudah tepat? Melihat gula darah ibu saya yang tidak stabil, apa tindakan yang paling tepat untuk saya lakukan? Kalau melihat penurunan kadar gula dari 377 ke 127 itu drastis karena Ibu saya pagi tadi pusing, mual dan muntah? Apakah Amaryl itu termasuk obat keras? Adakah faktor obat itu yg membuat kadar gula menurun drastis? Bolehkan ibu saya juga mengonsumsi obat herbal seperti Mengkudu, Biji Mahoni atau Kulit Manggis? Terima kasih atas segenap perhatiannya. Mohon maaf jika apa yg saya uraikan terlalu panjang lebar. Salam, Fathur Rohman

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami akan mencoba menjawab pertanyaan Anda.

1. Apakah memang diagnosa TB Paru terhadap ibu saya sudah tepat?

Apakah ada keluhan batuk pada ibu Anda? Apakah ada penurunan berat badan drastis?
Melihat dari hasil laboratorium darah dengan adanya peningkatan Leukosit (12,3) dan LED 1 Jam (97) memang bisa mengarah ke TB paru.  Selain itu pada hasil rontgen ibu Anda ditemukan adanya efusi pleura bilateral yaitu suatu keadaan kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan cairan yang berlebihan diantara kedua lapisan pleura (adanya cairan di dada). Pleura adalah kantung yang terdiri dari dua lapisan yang meliputi paru-paru dan memisahkannya dari dinding dada dan struktur-struktur di sekitarnya. Gejalanya adalah batuk, sesak nafas dan nyeri dada.
 
2. Melihat gula darah ibu saya yang tidak stabil, apa tindakan yang paling tepat untuk saya lakukan?

Tindakan untuk menjaga gula darah ibu Anda dapat melakukan cara berikut:

  • Diet seimbang. Fokuskan diet Anda dengan mengonsumsi makanan seperti sayur dan buah segar, sereal whole grain, daging rendah lemak, lemak dalam jumlah kecil dan perbanyak minum air.
  • Makan lebih sering dengan porsi kecil. Cara ini bisa membantu Anda menstabilkan gula darah. Cobalah makan atau mengonsumsi kudapan sehat dalam porsi kecil setiap 3 atau 4 jam sekali. Dengan begitu, kadar gula darah Anda tidak akan turun terlalu  rendah. Tidak perlu cemas. Mengonsumsi 5 atau 6 kudapan kecil, dibandingkan 3 makan besar tidak akan menyebabkan kenaikan berat badan sepanjang jumlah kalori yang Anda konsumsi tidak berubah.
  • Sediakan kudapan. Pastikan Anda mempunyai persediaan kudapan untuk dikonsumsi setiap beberapa jam sekali. Pilihlah makanan yang tidak kaya lemak dan gula. Pilihlah buah segar atau kering, kue atau biskuit yang terbuat dari tepungwhole wheat atau oat merupakan kudapan sehat yang bisa menjadi pilihan Anda.
  • Hindari makanan bergula saat perut kosong. Kadar gula darah akan meningkat cepat jika Anda mengonsumsi makanan bergula saat perut dalam keadaan kosong. Peningkatan cepat ini menyebabkan tubuh mengeluarkan insulin dalam jumlah berlebih, yang akhirnya akan menyebabkan kadar gula Anda turun dengan cepat. Karena itu, pastikan mengonsumsi makanan bergula setelah mengonsumsi makanan yang kaya serat (makanan yang kaya sayur, whole grain atau kacang-kacangan). Serat mempunyai efek melindungi dan membantu memperlambat peningkatan kadar gula darah.
  • Hindari minuman yang mengandung kafein. Kafein yang terdapat di dalam kopi, teh, dan minuman berbahan dasar cola, serta cokelat panas akan menstimulasi pankreas untuk mensekresikan lebih banyak insulin. Hal ini akan memperparah sensitifitas gula  dan gejala-gejala rendah gula.
  • Pertahankan berat badan ideal. Sangat penting untuk menjaga agar berat badan Anda normal, tidak naik atau turun drastis. Diet ketat yang sangat membatasi jumlah kalori justru bisa memicu hipoglikemia berulang.
  • Jagalah kesehatan tubuh dan pikiran. Tubuh dan pikiran yang sehat berisiko lebih rendah mengalami hipoglikemia. Cobalah menerapkan teknik relaksasi dan berolahragalah paling tidak 3 kali seminggu.
3. Kalau melihat penurunan kadar gula dari 377 ke 127 itu drastis karena Ibu saya pagi tadi pusing, mual dan muntah? Apakah Amaryl itu termasuk obat keras? Adakah faktor obat itu yg membuat kadar gula menurun drastis?
Sudah berapa lama ibu Anda mengkonsumsi amaryl? amarly mengandung glimepiride. Pada minggu awal penggunaan Glimepiride, kemungkinan dapat terjadi hipoglikemia. Penggunaan dosis nya harus seallu dikonsultasikan ke dokter yang merawat ibu Anda.  
Gejala pusing, mual dan muntah memang bisa dihubungkan dengan adanya penurunan kadar gula darah yang drastis

4. Bolehkan ibu saya juga mengonsumsi obat herbal seperti Mengkudu, Biji Mahoni atau Kulit Manggis?
Ketiga herbal diatas menurut penelitian memang mengandung flavonoid yang dapat mengkontrol kadar gula darah. Akan tetapi penggunaan  yang bersamaan dengan obat oral diabetes sebaiknya tidak dilakukan. Konsultasikan ke dokter yang merawat ibu Anda.
 
Kami sarankan agar ibu Anda segera konsultasi kembali ke dokter penyakit dalam untuk mendapatkan terapi yang optimal. Jika keadaan tidak memungkinkan Anda bisa konsultasi ke dokter puskesmas yang ada disekitar wilayah kecamatan ibu Anda.
 
Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat.(DNA)
 
Salam,
 
Tim Redaksi Klikdokter
 

0 Komentar

Belum ada komentar