Sukses

Penis Lemah

19 Oct 2014, 11:03 WIB
Pria, 41 tahun.
Dok saya mengalami impoten cukup parah. Selain kerasnya kurang, sering loyo duluan sblm tuntas penetrasi. Padahal frekwensinya 1mgu sekali. Pada masa pubertas sy tiap hari melakukan masturbasi bahkan bisa sampai 7x sehari. Dan suatu saat setelah bgn siang(sesaat setelah masturbasi) saya merasa ada kelainan dr mr.p saya dan benar.. mr.p ku tidak bisa ereksi. Setelah lwt beberapa hari baru dpt ereksi lg, i turun tidak maksimal (menurun jauh). Tambahan.. setelah masturbasi.. dgn jarak terlalu dekat (mis sehari 2x) pasca masturbasi mr.p terasa sakit spt salah urat. Mohon penjelasannya kira2 berapa persen kesembuhannya jika saya berobat. Saat ini saya berumur 41thn. Jawaban dokter sangat saya harapkan. Terimakasih
dr. Adithia Kwee

Dijawab Oleh:

dr. Adithia Kwee

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Gangguan ereksi dapat disebabkan banyak hal, diantaranya adalah :

  • Kelainan pembuluh darah
  • Kelainan persarafan
  • Obat-obatan
  • Kelainan pada penis
  • Masalah psikis yang mempengaruhi gairah seksual.

Agar bisa tegak, penis memerlukan aliran darah yang cukup. Karena itu gangguan aliran darah dapat menyebabkan gangguan ereksi. Kerusakan saraf akibat diabetes melitus, alkohol, obat-obatan, juga dapat menjadi penyebab disfungsi ereksi. Bahan kimiawi rokok juga mempengaruhi aliran darah, sehingga dapat juga berkontribusi pada gangguan ereksi ini. Sekitar 25% kasus impotensi disebabkan oleh obat-obatan yaitu jenis obat antihipertensi, anti depresi, anti psikosis, obat penenang, simetidin, dan litium.

Psikis seperti depresi, kecemasan, stres, perasaan bersalah, perasaan takut akan keintiman, dll juga menyumbang cukup besar penyebab dari gangguan ereksi. Anda memerlukan pertolongan! Diperlukan evaluasi lengkap dengan tambahan pemeriksaan penunjang yang dibutuhkan sesuai kecurigaan penyebab. Berkonsultasilah dengan dokter. Jangan minum sembarang obat kuat tanpa pengawasan dokter guna menghindari efek samping yang dapat merugikan kesehatan tubuh.

Baca pula artikel artikel berikut untuk menambah informasi Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. (AK)

Salam, 


Tim Redaksi KlikDokter.


0 Komentar

Belum ada komentar