Sukses

Keputihan Yang Tidak Berhenti

18 Oct 2014, 10:17 WIB
Wanita, 23 tahun.
Dear Dok, Pertama-tama, saya rasanya masih bingung juga ini masuk kedalam kategori kebidanan / kulit& kelamin. Sehingga itu menjadi bagian yang ingin saya tanyakan. Saya perempuan belum menikah. Saya memiliki masalah keputihan. Namun bukan hanya sebelum dan sesudah mens, tapi setiap hari. Serta sudah dalam jangka waktu yang panjang, bertahun-tahun sampai saya lupa kapan pertama keputihan dan tidak berhenti. Saya sudah pernah menceritakan sekilas kepada Ibu namun tidak direspon serius. Namun lama kelamaan saya takut akan berdampak buruk seperti kanker. Atau itu menjadi pertanda penyakit ganas? Saya sendiri ingin ke dokter, namun bingung dokter kandungan atau kulit& kelamin? Mohon petunjuk. Terima kasih

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti saat menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.
 
Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.
 
Bagaimana dengan keluhan keputihan yang Anda rasakan ?
 
Keputihan abnormal maka perlu diobati karena dapat menyebabkan penyebaran infeksi ke organ dalam dan sebaiknya menghindari hubungan seksual terlebih dahulu (jika Anda sudah menikah). Selain itu lakukan beberapa tips di berikut ini untuk mencegah keputihan:
  • Sering mengganti celana dalam apabila berkeringat atau lembab
  • Menghindari penggunaan celana ketat yang terbuat dari bahan yang tidak menyerap keringat
  • Apabila ingin menggunakan panty liner pilihlah yang tidak mengandung pengharum dan tidak digunakan selama lebih dari 4-6 jam
  • Menghindari penggunaan produk pembersih kemaluan yang dapat menyebabkan perubahan keasaman dan keseimbangan bakteri dalam liang kemaluan ibu
  • Bila hendak membilas setelah buang air kecil, lakukanlah dengan arah dari depan ke belakang menggunakan handuk.

Untuk itu kami menganjurkan agar Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan guna penanganan lebih lanjut.  

Baca pula artikel artikel berikut untuk menambah informasi Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. (DNA)

Salam, 


Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar