Sukses

Diagnosa HIV

20 Oct 2014, 11:01 WIB
Pria, 25 tahun.
Selamat pagi izin bertanya dok. gejala awal dari hiv itu dema flu diare dll yg saya baca di tautan klikdokter ini jika seseorang melakukan hub tidak memakai pengaman lalu bbrapa minggu stlah melakukan pria tersebut hanya mengalami diare tetapi tdk sering apakah bisa diagnosa terkena virua hiv? Atau jika gejala awal seperti tautan yg tertera di klikdokter seperti diare demam flu dll apakah sakit seperti itu lama dan trus mnrus smpai bbrp minggu lalu tdk muncul lgi karena langsng msuk ke tahap kedua atau kadang muncul kadan tidak? Terimakasih.
dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Beberapa cara penularan HIV adalah melalui darah, melalui cairan mani/vagina, dan dari Ibu ke Anak. Bila tidak ada kontak dengan darah (misalnya pertemuan luka dengan luka) dan tidak ada pertukaran cairan vagina/mani maka resiko untuk tertularnya HIV tidak ada.

Apakah Anda sendiri sudah menikah atau sering berganti pasangan seksual? Jika ya ataupun pasangan Anda sering berganti pasangan seksual, maka faktor resiko yang Anda miliki tentu lebih tinggi. 

Bila Anda terkena cairan vagina penderita HIV maka ada resiko tetular, namun masih faktor resiko, kalau ingin pasti dalam waktu 3 bulan Anda dapat melakukan pemeriksaan HIV. Atau bila memang Anda pasti kontak dengan penderita HIV kami sarankan coba lakukan pengobatan profilaxis infeksi HIV yaitu pemberian obat anti-HIV selama 1 bulan. Sebelumnya coba lakukan konsultasi ke dokter penyakit dalam terlebih dahulu.

HIV dapat terdeteksi dengan tes darah dengan cara mendeteksi adanya antibodi HIV di dalam sample darahnya. Tes darah yang dilakukan adalah Tes ELISA dan Western Bolt. Antibodi HIV biasanya dapat dideteksi sekitar 3-8 minggu setelah terinfeksi.

Diare, demam ataupun flu bukan meerupakan gejala pasti infeksi HIV. 

Infeksi HIV terdapat 3 tahap yang berbeda-beda dan sangat penting bagi kita semua untuk memahami tahap-tahap ini.

Tahap Pertama

Pada tahap pertama (infeksi akut atau serkonversi) biasanya terjadi 2 – 6 minggu setelah terinfeksi. Pada saat ini sistem imun tubuh berusaha melawan virus HIV. Gejala awal dari infeksi akut ini mirip dengan gejala infeksi virus lainnya seperti infeksi flu. Gejala awal ini hanya berlangsung 1 hingga 2 minggu lantas akan hilang dan virus akan masuk ke tahap berikutnya.

Gejala awal dari infeksi HIV adalah :

-          Nyeri kepala

-          Diare

-          Mual dan Muntah

-          Lelah

-          Nyeri otot

-          Nyeri menelan

-          Lesi merah pada tubuh yang biasanya tidak gatal dan biasanya muncul di bagian dada

-          Demam

Hubungi dokter segera bila Anda merasa telah terinfeksi oleh HIV oleh karena ada obat yang dapat mencegah perkembangan virus. Dimana obat ini dapat dikonsumsi beberapa jam hingga hari setelah terinfeksi.

Tahap Kedua

Setelah tahap serkonversi, sistem tubuh kita akan kalah dan gejala akan hilang. Infeksi HIV masuk ke tahap kedua, dimana pada tahap ini dapat tidak terjadi gejala apapun dalam waktu yang lama, tahap ini dinamakan periode asimtomatis. Pada tahap ini orang sering tidak mengetahui mereka terinfeksi HIV dan dapat menyebarkan ke orang lain. Periode ini dapat bertahan hingga 10 tahun. Pada periode ini, virus perlahan-lahan akan membunuh sisitem sel darah putih kita yang dinamakan CD 4 T- cells dan merusak sistem imunitas.

Tahap Ketiga  (Infeksi HIV dan AIDS)

AIDS merupakan suatu tahap HIV lanjut. Pada tahap ini CD 4 sudah berada dibawah angka 200 dan orang akan didiagnosa dengan AIDS. Beberapa penyakit yang dapat muncul adalah Kaposi sarcoma dan pneumocystis pneumonia. Pada tahap ini orang harus mengkonsumsi obat anti HIV/AIDS.

Beberapa orang tidak menyadari mereka terinfeksi HIV, dan biasanya akan mulai memeriksakan diri ketika muncul gejala :

-          Lelah setiap saat

-          Pembengkakan kelenjar getah bening di leher atau selangkangan

-          Demam > 10 hari

-          Keringat malam

-          Berat badan menurun drastis

-          Bintik ungu di tubuh yang sulit hilang

-          Sulit bernafas

-          Diare yang berkepanjangan

-          Infeksi jamur di mulut, tenggorokan, atau vagina

-          Mudah berdarah atau memar


Kami sertakan artikel yang dapat Anda baca : 

Demikian informasi yang kami dapat sampaikan, semoga bermanfaat. (NO)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter


0 Komentar

Belum ada komentar