Sukses

Depresi & Gangguan Obsesif-kompulsif

19 Oct 2014, 20:20 WIB
Pria, 30 tahun.
Selamat Malam Begini saya memiliki kelainan jiwa dok. Hal ini sudah terjadi sejak tahun 2009 selepas saya skripsi Boleh dikatakan saya ini setengah gila setengah waras kenapa gila saya terkadang merasa tidak terkontrol dan waras karena disaat lain saya bisa mengontrol diri maklum ketika skripsi tekanan tidak hanya berasal dari dalam diri sendiri tetapi juga dipicu dari orang tua yang menuntut saya segera lulus kuliah akhirnya batin saya menderita tekanan batin bertubi-tubi ketika skripsi sembari menyelesaikan skripsi saya tersebut. Walhasil setelah lulus bukannya malah bekerja tetapi malah diam di rumah dikarenakan suatu hal. Setelah lulus, saya sering merasa aneh dan tidak enak dan merasa kesakitan dari dalam (tapi tidak pernah saya ekspose) jika ada suatu benda di rumah yang posisinya atau keadaannya tidak tepat dan saya sering memindahkan benda tersebut ke posisi yang saya inginkan dan itu terjadi secara spontan sebenarnya tetapi batin saya mengatakan bahwa itu tidak boleh jadi kadang saya tidak terkontrol tetapi saya ada rasa tanggung jawab dalam diri bahwa itu tidak boleh Saya sering dimarahi orang tua karena hal itu katanya "halah tidak ada namanya sakit jiwa itu asalnya dari pikiranmu sendiri" jadi saya sering melakukan itu Jika tidak begitu saya merasa kesakitan dari dalam. Orang tua saya sering merasa saya sering bertingkah aneh tetapi beliau sering saya arahkan "enggak kok ma enggak apa-apa". Jadi orang tua tidak pernah tahu keadaan saya ini dan akhirnya saya pendam rasa sakitnya. Ditambah lagi sejak kecil sampai sekarang saya mengalami kelainan seks dimana saya sering jijik melihat seks dan tidak pernah ada rasa terangsang dari dalam diri saya jika melihat lawan jenis. Ada apa ya dok dengan diri saya ini ? Mohon penjelasan dokter.

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Meninjau dari cerita singkat Anda, kami berasumsi terdapat gangguan jiwa tahap awal pada diri Anda. Kemungkinan Anda mengalami gangguan depresi. Tentu saja, semua masalah dan penyakit ada obatnya. Namun diperlukan kiat-kiat khusus untuk menanggulangi kendala yang ada.

Menurut PPDGJ III (Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa), depresi mayor adalah suasana hati (afek) yang sedih atau kehilangan minat atau kesenangan dalam semua aktifitas selama sekurang-kurangnya dua minggu yang disertai dengan beberapa gejala yang berhubungan, seperti kehilangan berat badan dan kesulitan berkonsentrasi. Penyebab dari depresi secara pasti belum diketahui, ada beberapa hipotesis yang berhubungan dengan faktor biologik dan psikososial.

Mengenai keluhan Anda yang lainhya mengenai keinginan untuk memindahkan benda tersebut ke posisi yang Ada inginkan karena posisi nya tidak benar. Menurut kami gangguan yang Anda alami adalah Gangguan Obsesif-kompulsif (Obsessive-Compulsive Disorder, OCD). Gangguan OCD adalah kondisi dimana individu tidak mampu mengontrol dari pikiran-pikirannya yang menjadi obsesi yang sebenarnya tidak diharapkannya dan mengulang beberapa kali perbuatan tertentu untuk dapat mengontrol pikirannya tersebut untuk menurunkan tingkat kecemasannya. Gangguan obsesif-kompulsif merupakan gangguan kecemasan dimana dalam kehidupan individu didominasi oleh repetatif pikiran-pikiran (obsesi) yang ditindaklanjuti dengan perbuatan secara berulang-ulang (kompulsi) untuk menurunkan kecemasannya. Gangguan obsesif-kompulsif erat kaitan dengan depresi, atau riwayat kecemasan sebelumnya. Beberapa gejala penderita obsesif-kompulsif seringkali juga menunjukkan gejala yang mirip dengan depresi.

Penerapan penyembuhan kesehatan jiwa diperlukan proses konsultasi tatap muka dengan pasien. Maka dari itu kami anjurkan kepada Anda untuk mengadakan konsultasi kepada dokter spesialis kesehatan jiwa mengenai kondisi Anda.

Ceritakan kendala yang ada kepada dokter bersangkutan. Biasanya dokter yang bersangkutan akan memberikan resep obat penenang kemudian Anda disarankan memberikan kepada sang pasien secara tanpa sepengetahuan pula. Jika kondisi sudah agak menenang, barulah Anda adakan kunjungan kepada dokter speseialis yang bersangkutan tersebut dengan membawa sang pasien.


Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat.(DNA)

Salam,

 

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar