Sukses

Keluar Darah Setelah Berhubungan

13 May 2014, 11:48 WIB
Wanita, 32 tahun.
Dear dok, sy ibu beranak satu umur 2,5th kelahiran normal. setelah melahirkan ikut kb suntik 3 bulanan selama kurang lebih 1,5 thn. lalu sy hentikan krn ingin punya anak lagi. terus nop 2013 sy ada kista hormonal kecil, feb sy cek sudah hilang. mens sy jg tidak teratur. dan kalo mens paling hanya 2/3 hari keluar darahnya. yang sy tanyakan juga. kadang setiap sesudah berhubungan dengan suami, sy keluar darah. itu kenapa ya dok. terus bagaimana sy harus hamil lagi, usaha apa yang harus sy lakukan. terima kasih sebelumnya.

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan.  Apakah keluhan keluar darah hanya setelah berhubungan? Apakah darah hanya keluar sesaat atau terus menerus hingga beberapa hari? Apakah ada keluhan lain yang dirasakan?

Bila keluhan darah keluar setelah berhubungan kemungkinan hal tersebut adalah post coital bleeding. Perdarahan setelah berhubungan seksual atau postcoital bleeding dapat terjadi karena beberapa alasan. Perdarahan pasca berhubungan seksual juga dapat terjadi karena adanya erosi di vagina dikarenakan baru pertama kali berhubungan atau berhubungan seksual belum terlalu sering sehingga vagina masih sempit, akibatnya penetrasi (penis masuk ke vagina), terutama bila wanita masih belum penuh terangsang dapat menyebabkan gesekan yang mengakibatkan luka atau lecet. 

Apabila perdarahan yang timbul hanya sedikit dan tidak berlanjut, Anda tidak perlu merasa khawatir karena mungkin perdarahan tersebut timbul akibat robekan pada vagina (misal karena kekeringan, kondom, gesekan kuat, kuku jari, dsb). Namun lebih baik sementara ini Anda tidak melakukan hubungan seksual, mengingat bakteri vagina dapat menginfeksi luka tersebut.

Beberapa penyebab lain dari perdarahan pasca berhubungan seksual adalah :

  • Peradangan pada serviks (leher rahim) dimana hubungan seksual dapat menyebabkan perdarahan. Kondisi ini disebut dengan erosi serviks, umum terjadi pada wanita muda, wanita hamil, dan mereka yang memakai kontrasepsi pil
  • Polip serviks atau polip rahim. Umumnya polip ini jinak
  • Infeksi oleh klamidia, gonorea, trikomonas, dan jamur (Infeksi Menular Seksual)
  • Vaginitis atropi yang umum terjadi karena kekurangan hormon estrogen, terutama pada wanita post menopause. Kurangnya lendir pada vagina menyebabkan hubungan seksual menjadi nyeri dan dapat terjadi perdarahan
  • Kanker leher rahim
  • Displasia serviks. Perubahan pre-kanker pada kanker leher rahim. Risiko meningkat dengan riwayat infeksi seksual sebelumnya, berhubungan seksual sebelum usia 18 tahun, melahirkan anak sebelum usia 16 tahun
  • Mioma rahim yaitu tumor jinak yang berasal dari dinding otot rahim

Mengingat usia Anda masih muda dan belum memasuki masa menopause, kemungkinan diagnosis vaginitis atropi dapat disingkirkan. Kanker leher rahim pun kecil kemungkinannya. Kemungkinan-kemungkinan ini masih harus disingkirkan satu persatu untuk mencari penyebab utama perdarahan pasca hubungan ini. Saran kami adalah Anda segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dapat dicari penyebabnya segera. Pengobatan akan disesuaikan dengan penyebabnya.

Berikut kami lampirkan artikel untuk menambah informasi Anda:

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (DK)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar