Sukses

Kesemutan di Kepala

12 May 2014, 18:55 WIB
Pria, 37 tahun.
dear dokter. asupan makanan apaya dok agar terhindar dari prnyakit CVT (penyumbatan pembuluh darah otak) ? karena say dalam kondisi beraktifitas sehari2 sering merasa kesemutan pada krpala bagian belakang dan atas. apakah ini jg indikadi penyakit tertentu? saya jg seorang perokok, sehari 2.5 bumgkus gudang garam filter. thans dok.

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Mengenai keluhan kesemutan pada Anda, kesemutan merupakan keluhan yang umum ditemui dan banyak penyebabnya, dan untuk memastikan penyebab keluhan Anda diperlukan pemeriksaan fisik selain wawancara medis yang lengkap. 

Sebagai informasi, biasanya kesemutan terjadi saat tubuh terlalu lama diam, atau berada dalam suatu posisi tertentu, sehingga aliran darah ke daerah tersebut (misal ke arah tangan atau kaki anda) menjadi terhambat. Apabila ini yang terjadi, Anda tidak perlu khawatir karena hal ini merupakan hal yang wajar terjadi. Keluhan tersebut akan berangsur-angsur menghilang dengan menggerak-gerakkan bagian tubuh yang kesemutan sehingga aliran darah kembali lancar ke daerah tersebut.

Hal yang perlu anda khawatirkan adalah jika keluhan kesemutan anda semakin meluas dari hari ke hari, semakin sering dan disertai dengan keluhan-keluhan lain seperti sakit kepala, muntah-muntah, kelumpuhan anggota tubuh, gangguan penglihatan, gangguan pendengaran, dan lain sebagainya. Jika hal-hal tersebut terjadi pada diri anda, sebaiknya anda segera memeriksakan diri ke dokter spesialis saraf untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut sehingga anda segera mendapatkan pengobatan yang tepat.

Terdapat beberapa hal yang dapat menimbulkan terjadinya kesemutan, baik kesemutan yang bersifat sementara ataupun kesemutan yang berlangsung jangka panjang (kronis). Baberapa hal yang dapat menimbulkan kesemutan yang sementara antara lain adalah :

  • penekanan saraf yang berlangsung lama (seperti saat tidur, duduk bersila, dll)
  • frekuensi napas cepat
  • serangan panik
  • dehidrasi (kurang cairan)
  • kekurangan suplai darah pada tempat kesemutan
  • dsb 

Sedangkan kesemutan yang berlangsung lama (kronis) dapat disebabkan oleh:

  • gangguan otak, saraf tulang belakang atau saraf tepi, termasuk di dalamnya adalah trauma, stroke, perdarahan otak, tumor, infeksi otak dan selaputnya, penyempitan saraf (carpal tunnel syndrome), melakukan gerakan berulang atau getaran jangka panjang, dsb
  • gangguan jantung dan pembuluh darah
  • gangguan metabolik dan hormonal: diabetes, gula darah rendah, gangguan hormon tiroid, menopause, kadar kalsium, kalium, natrium, ureum abnormal.
  • infeksi dan sindrom post-infeksi
  • gangguan jaringan ikat dan imunitas
  • kelainan darah, kulit, tulang, dan sendi
  • kurang vitamin: vit B1, vit B5 dan B12
  • keganasan/tumor otak
  • dsb

Tidak lazim memang jika kesemutan ditemukan di kepala. Berbahaya atau tidaknya belum diketahui karena diperlukan pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui penyebab kesemutan yang Anda alami. jika anda merasa terganggu dengan keluhan anda, cobalah berkonsultasi ke dokter spesialis saraf untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Untuk perihal CVT (Cerebral Venous Thrombosis), banyak sekali yang menjadi penyebab dari kelainan cerebral venous trombosis. Mulai dari infeksi, keadaan darah yang cenderung membeku, penggunaan obat-obatan. Namun yang dapat anda lalukan dalam kehidupan sehari-hari adalah mengadaptasi pola hidup sehat. Biasanya kelainan pembuluh darah berhubungan dengan kelainan metabolik seperti diabetes dan tekanan darah tinggi. 

Untuk perihal anjuran pola makan dan pola hidup yang dapat membantu Anda mengurangi risiko CVT, berikut kami rekomendasikan beberapa tulisan yang dapat melengkapi jawaban untuk pertanyaan Anda:

Sering Pusing, Tengkuk Kaku dan Mudah Lupa?

Stroke Infarct, Ketika Pipa Otak Macet

Yoga Menurunkan Risiko Hipertensi

Tips Hidup Sehat Penderita Hipertensi

Mengatasi Hipertensi dengan Diet Sehat

Memilih Makanan Rendah Kolesterol

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (DNA)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter 

 

0 Komentar

Belum ada komentar