Sukses

Mioma Harus Dioperasi Atau Tidak?

19 Oct 2014, 15:59 WIB
Wanita, 27 tahun.
Sore Dok, Saya wanita 27 tahun dan sudah 2 tahun 6 bulan menikah dan belum mempunyai keturunan,,dulu saya sering mengeluh sering BAK dan darah haid saya banyak dan sering ada gumpalan tapi haid saya masih teratur dan tidak mengalami sakit yang berarti semasa haid. Setelah di periksa ternyata dan melakukan USG ternyata saya di Vonis myom BERUKUR +- 9CM dan Dokter langsung menganjurkan Operasi Laporoskopi untuk mengangkat myom tsb. Yang mau saya tanyakan adakah alternatif lain selain melakukan operasi? apakah myom saya ini sangat besar Dok?Berapa Persen saya Bisa Hamil? Dok tolong di bantu penjelasannya terus terang saya merasa syok dan takut,Dokter ybs tidak menjelaskan apa2 hanya langsung memvonis operasi. Mohon dengan sangat bantuannya. Terimakasih
dr. Adithia Kwee

Dijawab Oleh:

dr. Adithia Kwee

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Kami mengerti kekhawatiran Anda, oleh karena itu ijinkan kami menjelaskan sedikit mengenai mioma uteri. Mioma uteri atau juga dikenal dengan leiomioma uteri atau fibroid adalah tumor jinak rahim yang paling sering didapatkan pada wanita. Leiomioma berasal dari sel otot polos rahim dan pada beberapa kasus berasal dari otot polos pembuluh darah rahim.

Mioma tersebut muncul pada 20% wanita usia reproduksi (usia subur) dan biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaaan rutin.  Leiomioma yang tidak bergejala  terjadi sebanyak 40-50% pada wanita usia > 35 tahun. Pada umumnya unilateral (satu) atau kadang-kadang multipel (> 1).  Mioma bervariasi di dalam ukuran dan jumlah. Mioma sendiri juga dikatakan sebagai penyebab infertilitas (gangguan kesuburan) sebesar 27% pada wanita. Keguguran atau komplikasi dapat terjadi pada wanita dengan mioma dan salah satu penyebab histerektomi (operasi pengambilan rahim) terbesar. Leiomioma uteri dapat berlokasi di dinding rahim, menonjol melalui rongga endometrium atau permukaan rahim, dan dikenal sebagai subserosa, intramukosa, dan submukosa.

Tidak ada ukuran standar kapan mioma harus diterapi. Mioma besar tanpa gejala dan tidak mengarah ke keganasan tidak perlu diterapi. Pada mioma yang tidak diterapi, pemeriksaan fisik dan USG harus diulangi setiap 6-8 minggu untuk mengawasi pertumbuhan baik ukuran maupun jumlah mioma. Apabila pertumbuhan stabil maka pasien diobservasi setiap 3-4 bulan. Terapi medikamentosa untuk mioma terbagi atas 2, yaitu bedah (operasi) dan non-bedah. Untuk non-bedah, umumnya mioma ditangani dengan terapi hormonal, termasuk di dalamnya adalah Preparat hormonal tersebut akan memproduksi efek hipoestogen untuk mengecilkan mioma. Namun tentu saja terapi ini harus di bawah pengawasan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Tanda mioma sudah tidak ada adalah menghilangnya gejala-gejala yang disebabkan oleh mioma serta tidak tampaknya gambaran mioma pada pemeriksaan ultrasonografi. Gejala-gejala tersebut berupa:

  1. Menoragia (menstruasi dalam jumlah banyak)
  2. Perut terasa penuh dan membesar
  3. Nyeri panggul kronik (berkepanjangan)

Kami sangat menganjurkan Anda untuk menuruti nasehat dokter Anda, pasalnya saat ini dunia kedokteran sudah sangat maju dan Anda jangan takut untuk dioperasi. Karena semakin Anda menunda maka kami khawatir malah akan semakin membahayakan kondisi Anda.

Baca pula artikel artikel berikut untuk menambah informasi Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. (AK)

Salam, 


Tim Redaksi KlikDokter.

0 Komentar

Belum ada komentar