Sukses

Mata Minus & Slindris

19 Oct 2014, 12:56 WIB
Pria, 18 tahun.
dok, mata kiri saya sllilider 0.25 sedangkan mata kanan saya silinder 4.5 dan +1.00 . adakah cara untuk menyembuhkan mata saya? saat ini saya memakai kacamata ( kiri : 0.25 , kanan : 3.00 , +1.00). apakah sudah benar atau harus memakai kacamata dengan koreksi 4.5 , +1.00 untuk mata kanan? terima kasih

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Mata minus atau Miopia disebut rabun jauh karena berkurangnya kemampuan melihat jauh tapi dapat melihat dekat dengan lebih baik. Miopia terjadi jika kornea (terlalu cembung) dan lensa (kecembungan kuat) berkekuatan lebih atau bola mata terlalu panjang sehingga titik fokus sinar yang dibiaskan akan terletak di depan retina. Pada dasarnya, progresivitas rabun jauh akan menjadi stabil mulai usia 20 tahun, artinya minus tidak akan bertambah, atau kalaupun bertambah hanya sedikit.

Koreksi mata miopia dengan memakai lensa minus/negatif ukuran teringan yang sesuai untuk mengurangi kekuatan daya pembiasan di dalam mata. Biasanya pengobatan dengan kaca mata dan lensa kontak.  Untuk mencegah penambahan minus, sebaiknya pasien juga menjalani gaya hidup sehat bagi mata, seperti mengatur jarak baca 40 - 45 cm dengan cahaya yang cukup, mengistirahatkan mata setiap kali melakukan kegiatan membaca buku atau menggunakan komputer, serta makan makanan yang banyak mengandung vitamin A.

Sedangkan satu-satunya cara untuk mengurangi minus dengan tindakan medis adalah dengan melakukan pembedahan pada kornea mata, yaitu dengan keratotomi radial, keratotomi fotorefraktif, atau Laser Asissted In situ Interlamelar Keratomilieusis (LASIK).

Mata minus selain dipengaruhi oleh faktor genetik bentuk bola mata juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti yang telah dipaparkan di atas. Kecepatan terjadinya minus juga dipengaruhi oleh kebiasaan sehari-hari.

Silindris disebut juga astigmatisme, merupakan kelainan refraksi pada kornea atau lensa mata. Hal ini disebabkan karena kelengkungan kornea atau lensa mata tidak seragam.

Kelainan reftaksi pada astigmatisme menyebabkan banyangan jatuh tidak pada satu titik, akhirnya menyebabkan benda tampak kabur.Hal ini terjadi karena kelengkungan kornea  atau lensa yang tidak simetris seperti bola.

 

Penyebab dari astigmatisme masih belum diketahui namun belum ada yang menyebutkan bahwa penyakit ini adalah penyakit genetik.

Untuk informasi lengkap Anda, saya sertakan artikel mengenai: 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (DNA)

 Salam,


Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar