Sukses

Hasil Pemeriksaan Sperma Buruk?

20 Oct 2014, 05:01 WIB
Pria, 34 tahun.
Dr. Saya sudah 4, 5 tahun menikah blm di karunia anak, pada tanggal 15 maret 2014 saya melakukan check sperma di rs harapan kita, setelah sebelum nya istri juga di check HSG atas anjuran dr. Untuk hasil HSG istri di nyatakan normal namun untuk hasil analisa semen saya di peroleh hasil sbb: sperma motil progresif cepat lurus (a) hasil (-), sperma motil progresif lambat (b) dgn hasil 43%, sperma motil non progresif (c) dgn hasil 2%, konsenterasi (a+b+c+d) 51.10 / ml , total jumlah sperma 153.10 / ml. kesan : asthenozoosperma ma. Namun sebelum nya saya juga sudah pernah check di rs pasar rebo pada tahun 2012 tepat nya tanggal 29 mei 2012. Hasil nya sbb : progresif lurus cepat dgn hasil 68, progresif lurus lambat dgn hasil 2, gerak di tempat dgn hasil 5, tidak bergerak dgn hasil 15, total jumlah sperma 343,9. Tidak ada kesan asthenozoosperma. Pertanyaan saya: 1.apakah yang mempengaruhi perbedaan hasil yang sudah saya lakukan antara hasil yang baru dengan hasil 2 tahun ke bekakang? 2. Apakah ada kemungkinan kesalahan human eror ( maaf krn saat di keluarkan saya menggunakanan sabun) dan sebelum nya tdk di beritahu sblm nya, saat sudah selesai saya baru baca di buku kunjungan dr untuk pengeluaran sperma dikeluarkan tidak memakai sabun atau zat licin lain nya. Saat ini saya di erikan obat surbek z, seloxy dan bio atp oleh dr di minum selama 72 hari. Setelahitu saya dianjurkan untuk check sperma kembali. Mohon jawaban nya dari dr. Terima kasih
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Bapak/Saudara yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Asthenozoopermia, yaitu suatu keadaan dimana dari semua sperma yang ada, bentuk sperma yang tidak normal  di atas 40%, sedangkan yang pergerakannya normal  (gerak lurus cepat atau gerak lurus lambat) kurang dari 40%. Penyebab keadaan ini bermacam-macam, antara lain gangguan pembuluh darah, infeksi, imunologi, testis terlampau panas, dll. Karena itu perlu dieksplorasi lebih lanjut kemungkinan penyebab hal ini. 

Gangguan pada jumlah sperma dan kualitas sperma dapat juga terjadi akibat:

  • Kelelahan
  • Tidur yang kurang
  • Kegemukan
  • Kebiasaan merokok dan minum minuman keras
  • Faktor psikologi : stress berkepanjangan, panik, depresi
  • Faktor lingkungan (radiasi atau bekerja di lingkungan yang tinggi cemarannya, seperti kawasan industri)
  • Suhu di sekitar testis yang terlalu panas, misalnya pada orang yang bekerja terus-menerus di dekat panas seperti supir atau juru masak, atau memakai celana yang terlalu ketat juga bisa mengganggu kesehatan testis
  • Ketidakseimbangan hormon testosteron
  • Varicocele (pembesaran pembuluh darah vena di buah zakar)

 

  • Infeksi saluran reproduksi

 

 

 

  • Kelainan kromosom

Karena berbagai penyebab di atas, maka hasil pemeriksaan sperma dapat berbeda pada 1 waktu dengan waktu lainnya. Selain itu, sebelum analisis sperma juga sebaiknya Anda tidak melakukan hubungan seksual (abstinens) dan tidak ejakulasi 2-5 hari sebelumnya. Sabun juga memang sebaiknya tidak digunakan karena dapat mengkontaminasi sampel.

Kualitas sperma dapat ditingkatkan dengan meningkatkan asupan makanan yang mengandung:

 

  •  Vitamin C: Melindungi sperma dari kerusakan karena oksidasi serta mengurangi aglutinasi sperma (sperma saling menempel)

  •  Vitamin B6: Penting dalam pembentukan hormon seks pria

  •  Vitamin B12: Bersama dengan asam folat, B12 diperlukan untuk pembentukan materi genetik. Kadar yang kurang menyebabkan produksi sperma yang abnormal, penurunan jumlah sperma, dan kemampan gerak sperma.

  •  Vitamin E: Juga merupakan antioksidan. Membantu sperma dalam penetrasi sel telur.

  •  Zinc: Kekurangan zinc menurunkan kadar testosteron. Suplementasi mikronutrien ini dapat meninkatkan jumlah sperma dan memperbaiki kesuburan.

  •  Arginin dan L-Carnintine: Asam-asam amino yang diperlukan dapal pemebentukan serta fungsi normal sperma.


Yang dapat Anda lakukan untuk mengatasinya adalah berolah raga teratur, makan makanan yang banyak mengandung zink (sea food, terong), dan vitamin E (tauge) yang dapat membantu meningkatkan jumlah sperma. Hindari stres dan faktor risiko yang kami sebutkan di atas dapat membantu memperbaiki kualitas sperma. Di samping mengubah pola hidup menjadi lebih sehat. Yang disarankan dokter Anda dapat dilakukan dan kemudian dipantau kembali dalam beberapa saat kemudian.

 

Untuk mengetahui sperma sudah bertambah jumlahnya biasanya setelah 3-6 bulan pengobatan, dokter akan memeriksa ulang analisa sperma, dan dibandingkan hasilnya dengan sebelum pengobatan. Jika jumlah dan kualitas sperma sudah baik, selama tidak ada gangguan kesehatan reproduksi pada istri, biasanya mudah terjadi kehamilan.

Berikut kami lampirkan artikel untuk menambah informasi Anda:

5 Makanan Untuk Sperma Sehat

 

5 Tips Sperma Sehat

Pria Obesitas, Jumlah Sperma Sedikit

Kunyit Sebabkan Kemandulan pada Pria

Kapan Harus Periksa Sperma?

Terungkap Rahasia Kecepatan Sperma

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar