Sukses

Bau Mulut

30 Apr 2014, 10:59 WIB
Wanita, 22 tahun.
Permisi?Saya mau tanya nih...sejak SMP kelas 8 Saya sudah merasa nafas Saya tidak sedap (baik dari mulut atau hidung).bukan hanya Saya teman sebangku Saya juga sudah pernah secara langsung berkata kalau nafas Saya bau.Sekaang Saya sudah lulus kuliah, berarti Saya sudah mengidap bau nafas ini selama 8,5 tahun.Sekarang Saya sedang mencari pekerjaan akan tetapi karena nafas Saya yang bau sehingga Saya kesulitan.Setiap sampai tahap interview Saya selalu tidak PD alhasil hasilnya banyak tidak baik.Padahal Saya orang yang pintar dan punya potensi yang besar.Hampir semua cara Saya coba mulai minum air rebusan daun sirih,berkumur dgn obat kumur(hampir semua merk udah dicoba),sikat gigi pagi dan malam,menyikat lidah,sarapan pagi teratur dll.Saya juga pernah baca disalah satu web mungkin dikarenakan ada polip dan Saya sudah pernah periksa ke rs sampai rontgen dan dokter mengatakan hasilnya tidak ada polip.Saya juga sudah pernah bersih karang gigi ke dokter dan dokter itu berkata bau nafas Saya bukan karna karang gigi.tolong don baantu memecahkan masalah Saya..Saya sudah bingung harus bagaimana..Saya juga mau sukses...

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Dalam usaha untuk menghilangkan bau mulut harus dianalisa terlebih dahulu penyebabnya baru bau mulut dapat diatasi. Apakah Anda merokok?

Penyebab timbulnya bau mulut atau halitosis disebabkan oleh beberapa faktor baik yang berasal dari dalam tubuh (intrinsik) maupun yang berasal dari luar tubuh (ekstrinsik), yaitu:

  • Kebersihan mulut yang buruk, sehingga jumlah bakteri sangat banyak dalam mulut dan di permukaan lidah. Tanpa pembersihan mulut yang baik, sisa makanan akan tertinggal dalam mulut dan menjadi lingkungan yang cocok untuk bakteri berkembang biak yang akan menyebabkan bau pada mulut. Selain itu, sisa makanan yang menempel pada gigi, gusi, dan lidah akan menyebabkan gingivitis (radang gusi) dan gigi berlubang, sehingga akan meningkatkan bau mulut dan rasa yang tidak enak di dalam mulut.
 
  • Pembersihan gigi tiruan yang kurang baik .
  • Gigi tiruan yang tidak dibersihkan dengan baik menyebabkan penumpukan sisa makanan dan bakteri pada permukaan gigi tiruan sehingga menimbulkan bau yang tidak sedap.

  • Penyakit gusi atau jaringan periodontal (jaringan penyangga gigi).
  • Penyakit sistemik. Bau mulut dapat merupakan salah satu gejala dari penyakit tertentu, misalnya infeksi saluran pernapasan, gangguan pencernaan, diabetes, atau kelainan pada hati.
  • Xerostomia (mulut kering).
  • Pemakaian beberapa obat-obatan tertentu dapat menyebabkan mulut menjadi kering, terutama obat-obatan untuk mengatasi depresi dan tekanan darah tinggi. Xerostomia juga dapat disebabkan oleh kelainan pada kelenjar ludah sehingga produksi ludah menurun. Selain itu, kebiasaan bernapas lewat mulut juga dapat menyebabkan mulut cenderung menjadi lebih kering.
  • kebiasan merokok.
  • konsumsi makanan tertentu.

Berikut cara mengatasi bau mulut (halitosis)

  1. Sikat gigi dua kali sehari, pada pagi hari setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur.
  2. Lakukan flossing sekali dalam sehari untuk mengangkat plak dan sisa makanan yang tersangkut di antara celah gigi-geligi.
  3. Pembersihan permukaan lidah secara teratur. Ini dapat dilakukan dengan menggunakan sikat gigi yang lembut.
  4. Pemakaian obat kumur anti bakteri untuk mengurangi pertumbuhan bakteri dalam mulut sesuai anjuran dokter gigi.
  5. Scaling (pembersihan karang gigi).
  6. Perbaikan dan penambalan gigi-gigi yang berlubang.
  7. Berhenti merokok.
  8. Pada kasus-kasus xerostomia/ mulut kering , dokter gigi mungkin akan memberikan saliva buatan. Perbanyak minum air putih dan konsumsi sayuran serta buah-buahan.
  9. Lakukan kunjungan secara teratur ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali untuk kontrol rutin dan pembersihan.
  10. Lakukan konsultasi dengan dokter bila halitosis berkaitan dengan penyakit sistemik.

JIka Anda sudah rajin menjaga kebersihan gigi dan juga tidak ada polip. Kemungkinan bau mulut yang Anda derita diakibatkan penyakit sistemik. Akan tetapi diagnosa belum dapat dipastikan jika belum dilakukan pemeriksaan fisik. Oleh karena itu kami sarankan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis penyakit dalam untuk mendapatkan terapi otimal jika ditemukan penyebab. Demikain informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat. (DNA)

Salam,

 

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar