Sukses

Pelecehan Seksual & Dampaknya

24 Apr 2014, 06:45 WIB
Wanita, 26 tahun.
Ketika umur 10 tahun, seseorang mengajari saya memasukkan pensil, gulungan kertas ke vaginaku bahkan pernah beberapa kali dia memasukkan sebagian penisnya ke vaginaku. Bertahun-tahun saya melakukan itu, tanpa tahu artinya. Setelah saya haid, saya tidak melakukan hal itu. Tetapi saya berimajinasi melakukannya (saya baru tahu ternyata namanya masturbasi). Setelah saya kuliah, saya baru menyadari bahwa dulu saya mengalami pelecehan seksual tapi saya merasa ketagihan hingga saat ini saya sering bermasturbasi. Gara-gara itu saya tidak bisa berpacaran karena takut saya akan berhubungan seks dengan pacar saya. Bagaimana supaya saya tidak lagi melakukan masturbasi? Bagaimana supaya saya bisa melupakan kejadian sewaktu saya kecil karena saya selalu dibayang-bayangi oleh kejadian itu? Saya juga selalu bertanya-tanya, apakah saya sudah tidak perawan?
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Saudari yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami memahami kekhawatiran Anda.

Seperti layaknya laki-laki, perempuan juga tumbuh dengan memiliki kebutuhan batin terhadap hal-hal yang berkaitan dengan seksualitas. Kebutuhan ini pada akhirnya dapat menimbulkan dorongan pada perempuan tersebut untuk melakukan masturbasi. Masturbasi merupakan suatu perangsangan seksual pada alat kelamin yang sengaja dilakukan untuk mendapatkan kepuasan seksual. Perlu diketahui bahwa pada dasarnya masturbasi bukanlah suatu tindakan yang bijaksana.

Apabila dilakukan terlalu sering masturbasi dapat menyebabkan perubahan pola tidur, stres, gangguan panik/kecemasan, lemas, kurangnya konsentrasi, dsb. Selain itu, tindakan masturbasi juga dapat menyebabkan perlukaan dan peningkatan risiko infeksi pada kemaluan akibat penggunaan benda-benda yang tidak terjamin kebersihannya. Tidaklah disarankan untuk melakukan masturbasi menggunakan benda-benda keras karena dikhawatirkan dapat menyebabkan perlukaan pada daerah kemaluan dan sekitarnya. 

Oleh sebab itu, tindakan masturbasi sebaiknya dikurangi atau bahkan dihindari dengan cara mengalihkan perhatian setiap kali rasa ingin melakukan masturbasi itu timbul. Salurkanlah hasrat tersebut ke kegiatan-kegiatan yang lebih positif seperti olahraga, bekerja, atau kegiatan lain yang disenangi. Tentunya akan lebih baik apabila memanfaatkan waktu luang yang ada untuk melakukan olahraga atau hobi yang lebih bermanfaat dibandingkan melakukan masturbasi.Hindarilah hal-hal yang memicu anda untuk melakukan masturbasi seperti melihat gambar atau membaca buku-buku yang merangsang.

Namun, dengan adanya latar belakang pelecehan seksual yang Anda alami, akan lebih sulit bagi Anda untuk mengatasi masalah ini sendiri. Anda akan membutuhkan bantuan medis profesional yang lebih jauh untuk mengatasi masalah Anda. Diperlukan konseling untuk membantu Anda mengatasi pengalaman tersebut. Untuk itu, kami sarankan Anda mengunjungi dokter spesialis psikiatri yang dapat membantu Anda dengan konseling terarah dan terstruktur untuk mengatasi hal ini. Selain itu, lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta dan memperkuat ibadah juga akan membantu Anda melewati hal ini.

Sebagai tambahan informasi Anda, kami sertakan artikel:

6 Cara Menahan Nafsu Seks

Ketika Harus Mengatakan Tidak pada Hubungan Seks

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar