Sukses

Haid Sedikit

23 Apr 2014, 15:00 WIB
Wanita, 25 tahun.
Selamat siang Dokter, Saya mau menayakan,teman saya yang berusia 21 tahun mengalami ketidaklancaran saat haid.Waktu haid pertama bulan ini hanya berlangsung sebentar. hari pertama, tidak begitu banyak keluar, dan hari keduanya keluar sedikit sekali. Mengapa bisa begitu dokter? terima kasih dokter...

Terima kasih atas pertanyaan Anda

kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Gangguan haid dapat bermacam-macam, mulai dari darah yang keluar sedikit atau malah banyak. Selain itu, gangguan haid juga bisa berkisar antara banyak siklus haid yang terjadi. Pertama saya akan jelaskan tentang siklus haid yang normal.

Siklus menstruasi normal berlangsung selama 21-35 hari, dengan lama keluarnya darah haid berlangsung selama 2-8 hari. Haid yang tidak teratur biasanya terjadi akibat adanya gangguan keseimbangan hormonal. Gangguan hormon sering terjadi pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama ataupun beberapa tahun menjelang terjadinya menopause. Pada masa-masa itu merupakan variasi normal yang terjadi karena kurang baiknya koordinasi hormonal pada awal terjadinya menstruasi pertama dan menjelang terjadinya menopause, sehingga timbul gangguan keseimbaangan hormon dalam tubuh. Disamping itu, haid yang tidak teratur dapat juga terjadi pada :

  • Gangguan indung telur, misal: Sindrom Polikistik Ovarium (PCOS)
  • Stress dan depresi
  • Sakit kronik
  • Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
  • Penurunan berat badan berlebihan
  • Olahraga berlebihan, misal atlit
  • Adanya tumor yang melepaskan estrogen
  • Adanya kelainan pada struktur rahim atau serviks yang menghambat pengeluaran darah menstruasi
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • dsb

Apakah dari penyebab di atas,teman Anda mengalaminya salah satu nya ? apakah sebelumnya teman Anda juga pernah mengalami gangguan seperti ini? Agar lebih jelas, teman Anda dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan untuk dilakukan evaluasi lebih lanjut serta pemberian terapinya.

Baca pula artikel artikel berikut untuk menambah informasi Anda.

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. (DNA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar