Sukses

Popok Sekali Pakai & Fimosis

19 Oct 2014, 10:15 WIB
Wanita, 29 tahun.
siang dok,,, mau tanya dok, apa ada pengaruh penggunaan diapers sekali pakai untuk anak laki-laki? soalnya saya dengar dari teman kalau anak dipakaikan diapers setiap hari akan menyebabkan penyempitan saluran kencing, sehingga lebih cepat dikhitan ( dikhitan masih bayi/ balita ) makasih sebelumnya :)

Terima kasih atas pertanyaan Anda

Kami mengerti kekhawatiran yang Anda rasakan. Popok sekali pakai aman digunakan asal pemakaiannya sering diganti, tidak muncul keluhan yang membuat bayi Anda menjadi rewel. Ibu perlu mengganti popok bayi dengan teratur dan sering. Jangan biarkan buah hati Anda menggunakan popok yang basah dan kotor berlama-lama. Pastikan Anda membersihkan bokong bayi dengan air bersih dan mengeringkannya setiap kali hendak mengganti popok. Hindari penggunaan tissue basah yang mengandung pewangi atau alkohol. Apabila terdapat kemerahan pada perut dan selangkangan bayi, maka kemungkinan Anda memakaikan popok tersebut terlalu ketat. Apabila terdapat rash kemerahan pada bokong maupun daerah kemaluan bayi, maka mungkin terjadi iritasi akibat bahan popok tersebut atau terlalu lama memakai popok yang tidak dibersihkan. Popok sebaiknya segera diganti apabila basah dan penuh. Akan tetapi lebih baik jika pemakaian popok dikurangi, hanya digunakan saat berpergian atau malamhari saja. 

Untuk efek samping pemakaian popok sekali pakai seperti yang dimaksud oleh teman Anda kemungkinan yang dimaksud adalah fimosis. Hubungan bisa terjadi fimosis jika sering memakai diapers bisa dikaitkan,apabila sejak pemakaian diapers timbul adanya infeksi pada kulit depan penis anak Anda.

Sekilas kami akan membahas mengenai fimosis. Fimosis, baik bawaan sejak lahir (kongenital) maupun didapat, merupakan kondisi dimana kulit yang melingkupi kepala penis (kulup) tidak bisa ditarik ke belakang untuk membuka seluruh bagian kepala penis. Untuk memastikan hal tersebut, Ibu dapat mencoba menarik ke belakang kulit yang melingkupi kepala penis (kulup) anak Ibu. Jika memang tidak bisa ditarik ke belakang maka anak Ibu mengalami fimosis.

Jika fimosis menyebabkan komplikasi seperti hambatan aliran air seni, memang diperlukan tindakan sirkumsisi (membuang sebagian atau seluruh bagian kulit preputium) atau teknik bedah plastik lainnya seperti preputioplasty (memperlebar bukaan kulit preputium tanpa memotongnya). Hal ini diperlukan sesegera mungkin untuk mencegah komplikasi berlanjut seperti infeksi pada saluran kemih dan atau peradangan/pembengkakan pada kulup dan kepala penis (balanopostitis). Sirkumsisi (sunat) sendiri dapat memberikan banyak manfaat. 

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Smeoga bermanfaat. (DNA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar