Sukses

Apa Yang Harus Dilakukan Pasca Serangan Stroke?

19 Oct 2014, 22:46 WIB
Wanita, 49 tahun.
Dok, 2 bulan yang lalu ibu saya terkena serangan stroke. Hingga saat ini puji syukur beliau sudah bisa berjalan tanpa bantuan tongkat meskipun kurang seimbang. Namun tangan kiri beliau masih susah diangkat. Dan beliau setiap hari merasakan kebas luar biasa pada tubuh bagian kiri. Diperiksa tekanan darah beliau semuanya normal. Apakah tanda kebas ini pertanda baik atau buruk dok? Dan bagaimana penanganan terbaik agar ibu saya cepat sembuh total dok? Mohon dijawab terima kasih
dr. Adithia Kwee

Dijawab Oleh:

dr. Adithia Kwee

Terima kasih karena Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi dari KlikDokter.com

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Oleh karena itu ijinkan kami menjelaskan sedikit mengenai stroke non hemoragik yang dialami oleh Ibu Anda. Stroke non hemoragik terjadi akibat sumbatan pembuluh darah yang mempendarahi otak. Gejala yang muncul tergantung pembuluh darah mana yang terkena, karena tiap-tiap pembuluh darah mempendarahi bagian otak yang berbeda. 


Secara umum, otak besar terdiri dari dua belah, yang kiri mengontrol sisi tubuh kanan, dan sebaliknya. Pada ibunda Ibu, kemungkinan pembuluh darah yang terkena adalah pembuluh darah otak sebelah kanan karena itulah ditemukan kelainan kelainan pada sisi kiri. Selain itu, pemulihan pada lengan dan tangan juga membutuhkan waktu yang lebih lama karena fungsinya melakukan aktivitas yang membutukan skill dengan gerak-gerak halus, berbeda dengan tungkai yang memiliki gerak-gerak kasar – untuk berjalan, duduk, dsb. Secara umum pemulihan fungsi motorik pada pasien pasca serangan
stroke berlangsung cepat selama 3 bulan, sebelum akhirnya melambat – bisa membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Proses rehabilitasi untuk mengatasi gangguan fungsi dan keterampilan yang ditimbulkan akibat stroke terdiri dari:

  • terapi fisik - belajar berjalan, duduk, berbaring, perubahan dari satu gerak ke gerak lain
  • terapi okupasi - belajar makan, minum, menelan, berpakaian, mandi, membaca, menulis, buang air
  • terapi wicara - belajar keterampilan bahasa dan komunikasi. Komunikasi non-verbal dengan bahasa tubuh dapat diterapkan sebelum dapat  menggunakan komunikasi verbal (berbicara)
  • terapi psikologis/psikiatrik - untuk membantu meringankan stres mental dan emosional (seperti depresi) yang umumnya menyertai penderita stroke. Keadaan ini bisa timbul baik sebagai akibat lokasi kerusakan otaknya atau sebagai bentuk reaksi penderita terhadap stroke.

Selain itu, tentunya ibunda Ibu harus meminum secara teratur obat-obat yang diberikan oleh dokter, terutama obat pengencer darah (aspilet) dan hipertensinya. Hal ini penting untuk mencegah terjadinya serangan stroke lagi. Tentunya harus diikuti dengan gaya hidup yang sehat, seperti makan makanan dengan nutrisi yang baik, rendah garam, dan rendah lemak, serta tidak merokok atau menghirup asap rokok dari perokok di sekitarnya. Peran Anda sebagai anak adalah mendukung ibu Anda karena secara psikologis penderita stroke sangat membutuhkan dukungan moril.

Baca pula artikel artikel berikut untuk menambah informasi Anda.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. (AK)

Salam, 


Tim Redaksi KlikDokter.

0 Komentar

Belum ada komentar