Sukses

Pasca Operasi Katarak

20 Oct 2014, 07:55 WIB
Wanita, 69 tahun.
Ibu Saya baru saja melakukan operasi mata (katarak) pada mata sebelah kirinya. Setelah operasi ibu saya belum bisa melihat. Menurut dokter ybs mata ibu saya mengalami radang sebagai pengaruh tekanan darah tingginya pasca operasi sehingga harus dilakukan tindakan pembersihan selaput akibat peradangan tersebut yang menutupi lensa mata yang baru dipasang itu. Namun setelah tindakan pembersihan selaput tersebut, ibu saya masih belum bisa melihat juga. Dokter ybs mengatakan bahwa ada saraf mata ibu saya yang rusak, sehingga penglihatannya akan sama kondisinya dengan seperti sebelum dioperasi. Menurut dokter tsb, awalnya menjelaskan kemungkinan kerusakan saraf itu akibat pengaruh penyakit batuk setelah operasi, kemudian beliau mengatakan bisa jadi karena tekanan darah ibu saya yang waktu itu sempat naik lagi pasca operasi. Terakhir beliau bilang kemungkinan saraf mata ibu saya sudah rusak duluan. Memang sebelum operasi ibu saya sempat sakit batuk dan tekanan darahnya agak tinggi, tetapi sudah dilakukan pengobatan sehingga kami sempat menunda jadwal operasinya. Dan menjelang operasi menurut dokter ybs sudah tidak ada kendala lagi. Mohon informasi dari dokter mengenai kasus ibu saya ini, saya ingin mendengar opini lain. Apakah ada cara lain yang harus dilakukan agar penglihatan ibu saya bisa kembali normal. Terimakasih.
dr. Nadia Octavia

Dijawab Oleh:

dr. Nadia Octavia

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Namun pertama-tama izinkan kami untuk membahas sedikit mengenai serba serbi katarak:

Definisi
Katarak adalah setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi akibat penambahan cairan di lensa, pemecahan protein lensa, atau kedua-duanya.

Katarak merupakan penyebab kebutaan utama yang dapat diobati di dunia pada saat ini. Sebagian besar katarak timbul pada usia tua sebagai akibat pajanan terus menerus terhadap pengaruh lingkungan dan pengaruh lainnya seperti merokok, radiasi ultraviolet, dan peningkatan kadar gula darah. Katarak ini disebut sebagai katarak senilis (katarak terkait usia). Sejumlah kecil berhubungan dengan penyakit mata (glaukoma, ablasi, retinitis pigmentosa, trauma, uveitis, miopia tinggi, pengobatan tetes mata steroid, tumor intraokular) atau penyakit sistemik spesifik (diabetes, galaktosemia, hipokalsemia, steroid atau klorpromazin sistemik, rubela kongenital, distrofi miotonik, dermatitis atopik, sindrom Down, katarak turunan, radiasi sinar X).

Pasien dengan katarak mengeluh penglihatan seperti berasap dan tajam penglihatan menurun. Secara umum, penurunan tajam penglihatan berhubungan langsung dengan kepadatan katarak.

Gejala dan Tanda
Gejala utama yang dijumpai adalah penglihatan berkabut dan penglihatan yang semakin kabur. Pada gejala awal dapat terjadi penglihatan jauh kabur sedangkan penglihatan dekat sedikit membaik dibandingkan sebelumnya (second sight). Bila kualitas lensa memburuk atau terjadi kelelahan maka second sight ini akan menghilang. Gejala lain yang dijumpai pada katarak senilis adalah penigkatan rasa silau (glare). Pada lensa mata penderita katarak akan tampak bayangan putih. Selain itu dapat pula terjadi pandangan ganda, rabun senja dan terkadang membutuhkan cahaya yang lebih terang untuk membaca.

Tata laksana
Satu-satunya terapi untuk pasien katarak adalah bedah katarak dimana lensa diangkat dari mata (ekstraksi lensa) dengan prosedur intrakapsular atau ekstrakapsular :

  • Ekstraksi intrakapsular (ICCE). Tehnik ini jarang dilakukan lagi sekarang.
  • Ekstraksi ekstrakapsular (ECCE). Pada tehnik ini, bagian depan kapsul dipotong dan diangkat, lensa dibuang dari mata, sehingga menyisakan kapsul bagian belakang. Lensa intraokuler buatan dapat dimasukkan ke dalam kapsul tersebut.  Kejadian komplikasi setelah operasi lebih kecil kalau kapsul bagian belakang utuh.
  • Fakofragmentasi dan fakoemulsifikasi. Merupakan teknik ekstrakapsular yang menggunakan getaran-getaran ultrasonik untuk mengangkat lensa melalui irisan yang kecil (2-5 mm), sehingga mempermudah penyembuhan luka pasca-operasi. Teknik ini kurang efektif pada katarak yang padat.

Katarak biasanya berkembang lambat selama beberapa tahun .  Apabila diperlukan pembedahan maka pengangkatan lensa akan memperbaiki ketajaman penglihatan pada >90% kasus. Sisanya mungkin telah mengalami kerusakan retina atau mengalami penyulit pasca bedah serius misalnya glaukoma, ablasio retina, atau infeksi yang mengambat pemulihan daya pandang. Adanya lensa intraokular dan lensa kontak kornea menyebabkan penyesuaian penglihatan setelah operasi katarak menjadi lebih mudah dibandingkan sewaktu hanya tersedia kacamata katarak yang tebal.

Sayang sekali sulit rasanya untuk mendiagnosis kondisi yang dialami oleh ibu Anda tanpa adanya pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang secara langsung. Untuk itu kami menganjurkan agar Anda dapat memeriksakan ibu Anda ke dokter spesialis mata untuk second opinion

Berikut kami sertakan pula beberapa artikel yang sekiranya dapat bermanfaat bagi Anda:

Katarak

Ultraviolet Memacu Risiko Katarak

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat. (NO)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar