Sukses

Apa Itu Varikokel?

09 Apr 2014, 22:43 WIB
Pria, 21 tahun.
Kalau masalah beda tidaknya bentuk dan ukuran skrotum saya tidak memperhatikan, saya onani sudah lama dan akhir2 ini saat onani skrotum saya suka naik ke bagian samping penis saya, dan turun secara perlahan bila saya sudah tidak berhenti onani... kemungkinan penyakit apa itu??? dan bila varikokel ringan dan sedang apa bisa di sembuhkan tanpa operasi?
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Terimakasih atas pertanyaan Anda.

Pada dasarnya onani tidak berhubungan dengan perubahan bentuk skrotum. Namun skrotum yang naik sampai ke atas penis juga seharusnya tidak terjadi. Untuk mendeteksi dini kelainan, kami sarankan Anda berkonsultasi langsung dengan dokter. Berhubung Anda bertanya tentang varikokel, izinkan kami menjelaskan tentang varikokel. Varikokel adalah pelebaran pembuluh darah vena pada skrotum (buah zakar) yang mempendarahi testis atau disebut juga varises pada buah zakar. Aliran darah di vena diatur dengan katup 1 arah yang mencegah aliran darah kembali. Fungsi katup yang terganggu atau penekanan dari pembuluh darah vena dapat menyebabkan pembesaran dari vena yang berujung terhadap pembentukan varikokel.

Penyebab dari varikokel ini diantaranya adalah idiopatik yang disebabkan karena fungsi katup vena yang tidak bekerja sempurna. Varikokel umumnya terjadi pada 15-20% pria dan penyebab gangguan kesuburan pada 40% pria. Penyebab lain adalah varikokel sekunder yang disebabkan oleh penekanan pada vena yang umumnya terjadi akibat keganasan di rongga panggul / perut. Biasanya terjadi pada pria di atas usia 40 tahun.

Pada pemeriksaan fisik dapat  terlihat adanya pembengkakan pada skrotum dan rasa nyeri serta rasa berat. Jika dipegang, dapat terasa seperti kita memegang kantung yang berisi banyak cacing.

Tidak semua varikokel membutuhkan operasi, yang memerlukan operasi adalah :
1. Jika varikokel tersebut dapat teraba (sudah cukup besar)
2. Jika suami dan istri terbukti ada infertilitas
3. Jika istrinya subur
4. Jika hasil tes sperma pada laki-laki membuktikan adanya gangguan

Varikokel dapat menyebabkan gangguan produksi sperma. Pria dewasa yang memiliki varikokel disertai analisis semen (kualitas dan kuantitas sperma) yang abnormal dan berniat untuk memiliki anak, maka disarankan untuk melakukan terapi pada varikokelnya, yaitu operasi. Repair atau perbaikan dari varikokel telah dibuktikan berdasarkan penelitian dapat memperbaiki kualitas dan kuantitas sperma atau dalam kata lain dapat memperbaiki kesuburan.

Varikokel memang akan mengecil setelah operasi dilakukan, yang pasti lebih kecil dari sebelum operasi. Sebenarnya tujuan utama operasi varikokel ini adalah untuk memperbaiki kualitas dan kuantitas dari sperma yang anda miliki. Dalam waktu 4-6 bulan sesudah operasi sebaiknya dilakukan follow-up untuk menganalisis kualitas dan kuantitas sperma, dibandingkan dengan sebelumnya. Penelitian tentang varikokel yang diterbitkan oleh Jurnal Urologi Indonesia menghasilkan suatu kesimpulan dimana 6 bulan setelah operasi terdapat perbaikan signifikan volume testis kiri dan konsentrasi spermatozoa. 

Pengobatan varikokel selain operasi dapat dilakukan embolisasi varikokel dengan memasukkan kateter atau selang kecil ke pembuluh darah vena di bawah bimbingan x-ray. Cincin metal akan diletakkan di pembuluh darah vena spermatika sinistra (kiri) untuk menghambat aliran darah ke vena di bawahnya. Namun hal ini masih di dalam penelitian.

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. (AN)

Salam,

Tim Redaksi Klik Dokter

0 Komentar

Belum ada komentar