Sukses

Vagina Gatal dan Keputihan

03 Apr 2014, 16:01 WIB
Wanita, 27 tahun.
Dear Dokter, Saya umur 27 tahun baru menikah selama sebulan.. ssaya sering sekali mengalami keputihan. dan keputihannya kadang sampai berwarna hijau kadang gatal dan kadang tidak.dan kemarin saat berhubungan trnyata ada dan menempel pada "kepunyaan suami saya" berwarna putih susu dan banyak....Apakah berbahaya kah dok? Terima kasih .. Regards, -Kristin-
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Terima kasih Anda telah menggunakan fasilitas e-konsultasi KlikDokter

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Gatal pada vagina dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah jamur, parasit, ataupun kutu. Apabila diikuti dengan keputihan yang kental bergumpal-gumpal seperti susu maka kemungkinan jamur, bila dengan keputihan yang berwarna kehijauan maka kemungkinan disebabkan parasit. Bila ada seperti titik darah di celana dalam dan sangat gatal di pubis mungkin disebabkan oleh kutu pada rambut pubis. Namun bisa juga gatal disebabkan karena vagina yang lembab dan kebersihannya kurang terjaga.

Sebagai informasi, keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti sesaat sesudah menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Saran kami adalah Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter mengenai keluhan tersebut untuk mengetahui dengan pasti penyebabnya. Kelainan kulit dan kelamin memang memerlukan pemeriksaan langsung untuk diagnosis, oleh karena itu periksakan segera ke dokter untuk kemudian mendapatkan penanganan yang sesuai.

Kami lampirkan sebuah artikel tentang keputihan untuk menambah wawasan Anda:

Keputihan

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat. (NO)

Salam,

Tim redaksi KlikDokter

Sebagai informasi, keputihan dapat timbul dari berbagai keadaan, yaitu secara normal/fisiologis dan secara patologis. Keputihan fisiologis adalah keputihan yang normal terjadi akibat perubahan hormonal, seperti sesaat sesudah menstruasi, stres, kehamilan, dan pemakaian kontrasepsi. Sedangkan keputihan patologis adalah keputihan yang timbul akibat kondisi medis tertentu dengan penyebab tersering adalah akibat infeksi parasit/jamur/bakteri.

Cairan vagina normal memiliki ciri-ciri antara lain warnanya putih jernih, bila menempel pada pakaian dalam warnanya kuning terang, konsistensi seperti lendir (encer-kental) tergantung siklus hormon, tidak berbau serta tidak menimbulkan keluhan.

Ketika cairan yang keluar dari vagina sudah mengalami perubahan warna (menjadi putih susu, keabuan, hingga kehijauan), berbau, banyak dan disertai keluhan lain (seperti gatal, panas, dll) menunjukkan bahwa telah terjadi keputihan abnormal yang umumnya disebabkan karena infeksi pada saluran reproduksi oleh berbagai kuman, jamur ataupun parasit.

Saran kami adalah Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter mengenai keluhan tersebut untuk mengetahui dengan pasti penyebabnya. Kelainan kulit dan kelamin memang memerlukan pemeriksaan langsung untuk diagnosis, oleh karena itu periksakan segera ke dokter untuk kemudian mendapatkan penanganan yang sesuai.

Kami lampirkan sebuah artikel tentang keputihan untuk menambah wawasan Anda:

Keputihan

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga informasi ini bermanfaat. (AN)

Salam,

Tim redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar