Sukses

Penyimpanan ASI

02 Apr 2014, 13:34 WIB
Wanita, 23 tahun.
ASI bisa basi ya dok ? soalnya saya kerja jam 9 pagi - jam 7malam malam saya pulang baru bisa kasih ASI lagi . solusi apa yang bisa saya lakukan sekalin menyimpan di lemari es , soalnya ASI saya keluarnya sedikit saat malam hari baru banyak , saat pagi air ASI hanya sedikit . saat di pompa pun ASI tak leboh dari 30ML apa saya berhenti ASI aja ? soalnya selama ini , malam hari saya masih memberikan ASi saya takut klo emng basi meski baru keluar dari payudara saya .. maaf sebelumnya saya awam , maklum ibu baru .. solusinya gmna ya dok ?
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter.

Jika waktu Anda terbatas untuk menyusu, satu-satunya solusi tentu adalah penyimpanan ASI. Kami menyarankan pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama umur bayi. Setelah diperah, Air Susu Ibu (ASI) harus disimpan dalam wadah tertutup agar tidak tercemar kuman. ASI sebaiknya disimpan dalam botol/wadah khusus dengan bahan kaca, stainless, atau plastik. Sebaiknya wadah untuk menyimpan ASI hasil perahan tidak digunakan untuk menyimpan bahan-bahan lain selain ASI, dijaga kebersihannya (dicuci dengan sabun, dibilas dan dipanaskan) dan tertutup dengan baik.

Setelah diperah, ASI dapat bertahan selama 6 jam di udara luar, 3 hari di lemari pendingin. Berikan ASI yang telah lebih dahulu disimpan untuk diberikan kepada bayi Anda. Bila disimpan di lemari pendingin maka sebelum diberikan sebaiknya dihangatkan terlebih dahulu dengan meletakkan wadah penyimpanan ASI pada wadah lain yang berisi air hangat. ASI sebaiknya tidak dihangatkan langsung dengan kompor atau microwave karena dapat merusak protein susu.  ASI yang sudah dihangatkan sebaiknya tidak diaduk-aduk, untuk meratakan ASI sebaiknya hanya digoyang-goyangkan saja.  Setelah  dihangatkan, sebaiknya ASI langsung diberikan dan jangan didiamkan sampai beberapa jam karena dapat terjadi pertumbuhan bakteri pada ASI. Setiap sisa ASI yang tidak dihabiskan bayi Anda, jangan disimpan kembali melainkan harus dibuang.

Kami lampirkan beberapa artikel yang dapat Anda baca:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (AN)
 

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar