Sukses

Mioma Uteri dan Kehamilan

20 Oct 2014, 07:16 WIB
Wanita, 35 tahun.
Salam dok..awal tahun 2013,sy periksa ke dokter spesialis kandungan dikarenakan hampir 4bln tidak haid,stelah di USG tnyata ada miom sebesar 5cm,dirahim kiri sy..sy hanya diberikan obat utk lancar haid & vitamin.stelah obat habis,sy mmg haid,tp stelah cek up kembali tnyata miom tidak mengecil dan sy disarankan utk operasi.Skarang sy sedang hamil,apakah miom sy bsa diangkat bersamaan dengan sy lahiran?stelah diangkat apakah bsa hamil lg?atau tidak. Trims
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi Klikdokter

Kami memahami kekhawatiran yang Anda rasakan. Jika pertanyaan Anda apakah mioma berkaitan dengan ketidak suburan? Jawabannya adalah iya, namun tentu tidak mutlak seorang dengan mioma divonis tidak dapat memiliki anak. Mioma uteri atau juga dikenal dengan leiomioma uteri atau fibroid adalah tumor jinak rahim yang paling sering didapatkan pada wanita. Leiomioma berasal dari sel otot polos rahim dan pada beberapa kasus berasal dari otot polos pembuluh darah rahim.

Mioma tersebut muncul pada 20% wanita usia reproduksi (usia subur) dan biasanya ditemukan secara tidak sengaja pada pemeriksaaan rutin.  Leiomioma yang tidak bergejala  terjadi sebanyak 40-50% pada wanita usia > 35 tahun. Pada umumnya unilateral (satu) atau kadang-kadang multipel (> 1).  Mioma bervariasi di dalam ukuran dan jumlah. Mioma sendiri juga dikatakan sebagai penyebab infertilitas (gangguan kesuburan) sebesar 27% pada wanita. Keguguran atau komplikasi dapat terjadi pada wanita dengan mioma dan salah satu penyebab histerektomi (operasi pengambilan rahim) terbesar. Leiomioma uteri dapat berlokasi di dinding rahim, menonjol melalui rongga endometrium atau permukaan rahim, dan dikenal sebagai subserosa, intramukosa, dan submukosa.

Tidak ada ukuran standar kapan mioma harus diterapi. Mioma besar tanpa gejala dan tidak mengarah ke keganasan tidak perlu diterapi. Pada mioma yang tidak diterapi, pemeriksaan fisik dan USG harus diulangi setiap 6-8 minggu untuk mengawasi pertumbuhan baik ukuran maupun jumlah mioma. Apabila pertumbuhan stabil maka pasien diobservasi setiap 3-4 bulan. Terapi medikamentosa untuk mioma terbagi atas 2, yaitu bedah (operasi) dan non-bedah. Untuk non-bedah, umumnya mioma ditangani dengan terapi hormonal, termasuk di dalamnya adalah Preparat hormonal tersebut akan memproduksi efek hipoestogen untuk mengecilkan mioma. Namun tentu saja terapi ini harus di bawah pengawasan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

Tanda mioma sudah tidak ada adalah menghilangnya gejala-gejala yang disebabkan oleh mioma serta tidak tampaknya gambaran mioma pada pemeriksaan ultrasonografi. Gejala-gejala tersebut berupa:

  1. Menoragia (menstruasi dalam jumlah banyak)
  2. Perut terasa penuh dan membesar
  3. Nyeri panggul kronik (berkepanjangan)

Kami menyarankan Ibu mengunjungi/berkonsultasi kembali dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan Ibu untuk menentukan langkah perlu diambil saat ini.

Kami lampirkan artikel mioma untuk Anda baca:

Mioma Uteri

Demikian penjelasan yang dapat kami berikan. Semoga membantu. (AN)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar