Sukses

Obesitas Sebabkan Gangguan Haid

19 Oct 2014, 18:00 WIB
Wanita, 28 tahun.
Selamat Siang Dokter.. selama 5 tahun terakhir ini saya mengalamai haid hanya 7hari dlm setiap tahunnya. saya sudah periksa ke dokter spesialis kandungan dekat tempat tinggal saya.. beliau mengatakan saya obesitas sehingga tidak normal haid saya. sebelumnya saya dikasih obat hormon yang diminum sebelum haid dan sesudah haid namun itu tidak berlangsung lama karna saya lelah harus meminum obat setiap saya ingin halangan setiap bulannya.. saya berhenti meminum obat tersebut. sebenarnya saya takut sekali kenapa saya tidak sama seperti orang-orang diluar sana.. padahal berat badan mereka lebih besar dari saya tetepi tidak megalami yang saya alami.. mohon arahan selanjutnya ... karna sudah berobat berkali-kali dan jawaban mereka hanya disuruh minum obat hormon. apakah ada cara lain dokter? terima kasih

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Kami memahami kekhawatiran Anda. Pertama, izinkan kami menjelaskan apa definisi siklus haid yang normal, sehingga bisa disimpulkan apakah siklus haid Anda termasuk tidak normal. Siklus menstruasi normalnya berkisar antara 21-35 hari dan berlangsung selama 3-7 hari. 

Adapun siklus menstruasi tidak teratur umumnya terjadi akibat gangguan keseimbangan hormonal, yang dapat disebabkan oleh beberapa keadaan, antara lain:

  • Pada 3-5 tahun pertama setelah haid pertama
  • Pasien dengan gangguan makan (seperti anorexia nervosa, bulimia)
  • Pasien dengan indeks massa tubuh (IMT) > 30
  • Malnutrisi (kurang gizi)
  • Stres psikologis
  • Atlet
  • Kekurangan vitamin K
  • Penggunaan obat-obatan tertentu
  • Kelainan pembekuan darah
  • Gangguan hormon tiroid
  • Dan lain sebagainya

Selain gangguan hormonal, dapat juga terjadi gangguan organ kandungan. Untuk memastikannya, dapat dilakukan pemeriksaan USG kandungan. Pada kasus Anda memang kemungkinan besar penyebabnya adalah obesitas. Obesitas dapat menyebabkan gangguan hormonal yang berakibat pada gangguan menstruasi dan infertilitas (ketidaksuburan).

Berdasarkan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), ibu saat ini berada dalam kategori obesitas dengan IMT 31,25. Berat badan ideal anda adalah 47,36 - 58,62 kg.

Penelitian yang diterbitkan bulan Deseber 2007 di dalam Jurnal Human Reproduction, mendapatkan data bahwa wanita dengan IMT 35 memiliki kemungkinan 26% lebih kecil untuk hamil secara spontan dibandingkan mereka yang memiliki berat badan normal. Wanita dengan IMT 40 ditemukan memiliki 43% kemungkinan lebih kecil untuk hamil spontan.

Berdasarkan salah satu penelitian yang saya sebutkan di atas memang terlihat adanya kaitan antara obesitas dengan gangguan kesuburan. Bagaimana mekanisme obesitas menyebabkan gangguan kesuburan masih belum dapat diterangkan secara jelas. Beberapa teori mengatakan bahwa hormon leptin, yaitu hormon yang mengatur pola makan dan pengolahan energi (meningkat pada orang obesitas) dapat mencegah proses fertilisasi (pembuahan sel telur oleh sel sperma).

Sel lemak sendiri dapat mengubah adrenal androstenedione (hormon dari kelenjar adrenal) menjadi estrogen yang disebut dengan estron. Apabila anda overweight, ketika indung telur anda mencoba melakukan siklus normal, asupan estron dari ubahan sel lemak tersebut akan mengganggu. Akibatnya fungsi indung telur terganggu dan anda tidak berovulasi.

Selain itu, obesitas juga merupakan salah satu faktor risiko terjadinya sindroma polikistik ovari yang menyebabkan gangguan siklus menstruasi dan anovulatoar ovulation (siklus menstruasi tanpa pengeluaran sel telur). Obesitas sendiri memang dapat menyebabkan beberapa masalah di dalam kehamilan, seperti meningkatkan persentase melahirkan dengan operasi caesar, diabetes dalam kehamilan, DVT (deep vein thrombosis), dan banyak lagi.

Yang sebaiknya Anda lakukan apabila ingin menstruasi normal dan dapat hamil adalah menurunkan berat badan secara bertahap dengan diet yang tepat dan olahraga teratur minimal 3x/minggu. Hal ini baik untuk kesehatan dan juga untuk kesuburan anda. Menurunkan berat badan pun tidak boleh dilakukan secara terburu-buru karena apabila terlalu cepat penurunan berat badannya dapat menyebabkan peningkatan risiko kehamilan. Turunkanlah berat badan perlahan-lahan dalam waktu 6 bulan sebelum perencanaan kehamilan.

Untuk itu kami menganjurkan agar Anda dapat diperiksakan ke dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter spesialis gizi untuk program penurunan berat badan.

Berikut kami lampirkan artikel sebagai tambahan informasi:

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat. (DK)

Salam,

Tim Redaksi KlikDokter

0 Komentar

Belum ada komentar