Sukses

Bayi Kuning

30 Mar 2014, 19:24 WIB
Wanita, 21 tahun.
Dok saya mau tanya, saya baru saja melahirkan, satu minggu setelah melahirkan bilirubin anak saya 17,56 dan itu di anjurkan utk di rawat mnggunakn double blue.. dan saya menurutinya, kebetulan saya dan si bayi berbeda gol darah. saya o nd si bayi B+ apa itu salah satu penyebab bs terjadinya si bayi kuning ? Nd apakah berbahaya utk si bayi ? Nd apa saja faktor penyebab terjadinya kuning? Mohon di jawab .. Sisca
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Ibu yang Terhormat.

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi KlikDokter.

Kami turut prihatin dengan kondisi yang dialami bayi Anda. Kuning pada bayi baru lahir atau disebut juga ikterus neonatorum terjadi akibat penumpukan bilirubin. Keadaan ini bisa terjadi secara fisiologis (normal) ataupun patologis (akibat penyakit), yang biasanya dapat dilihat secara klinis. Bila kuning pada bayi baru timbul setelah 24 jam pertama kehidupan dengan kondisi bayi sehat secara keseluruhan, hal tersebut masih bisa dikatakan normal dan umumnya bersifat sementara. Beberapa keadaan ikterus (bayi kuning) yang cenderung menjadi patologis adalah:

  • Terjadi dalam 24 jam pertama kehidupan
  • Peningkatan kadar bilirubin serum sebanyak 5 mg/dL atau lebih setiap 24 jam
  • Ikterus yang disertai proses hemolisis (inkompatabilitas darah, defisiens G6PD, atau sepsis)
  • Ikterus yang disertai oleh:
    • Berat lahir <2000 gram
    • Masa gestasi 36 minggu
    • Asfiksia, hipoksia, sindrom gawat napas pada neonates (SGNN)
    • Infeksi
    • Trauma lahir pada kepala
    • Hipoglikemia, hiperkarbia
    • Hiperosmolaritas darah
    • Ikterus klinis yang menetap setelah bayi berusia >8 hari (pada bayi lahircukup bulan) atau >14 hari (pada bayi lahir kurang bulan/prematur)

Pada bayi Anda nampaknya ikterus terjadi karena proses inkompatibiltas darah. Bila ikterus ini bersifat fisiologis, kadar birilubin tersebut akan berkisar antara 5-7 mg, dan tidak melebihi 12 mg. Namun, jika kadar bilirubin ini mencapai 15 mg, perlu dilakukan penanganan khusus. Jika terlambat mendapat perawatan, bayi bisa mengalami kejang, cacat otak, bahkan meninggal dunia. Jadi, anak Anda memang membutuhkan penanganan segera.

Penanganan dengan fototerapi (sinar biru) dilakukan jika kadar bilirubin tinggi. Penjemuran dapat dilakukan jika kadar bilirubin sudah tidak terlalu tinggi. Bila kadar bilirubin tidak terlalu tinggi maka menyusui dapat membantu. Ketiganya memiliki manfaat untuk mengurangi gejala kuning pada bayi.

Kami sertakan artikel: 

Ikterus Neonatorum.

Bayi Kuning, Normalkah?

Semoga bayi Anda dapat segera sehat kembali!

Demikian informasi kami sampaikan, semoga bermanfaat. (JF)

Salam,

 

 

Tim Redaksi KlikDokter

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar