Sukses

Apa itu Hiperhidrosis?
19 Oct 2014, 20:50 WIB
Pria, 46 tahun.
Dok isteri sy hamil 9 bln, berat badan 73, usia 42 tahun. Akhir2 ini sudah 3 minggu suka keringetan di telapak tangannya. Kenapa ya Dok?
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Terima kasih telah menggunakan layanan ekonsultasi klikdokter.

Keringat berlebih yang saat ini istri Anda alami disebut dengan hiperhidrosis. Berdasarkan data yang Anda berikan, hiperhidrosis yang istri Anda alami terjadi di telapak tangan. Hiperhidrosis sendiri terbagi atas 3 yaitu : 

  1. Hiperhidrosis fokal primer yaitu kondisi dimana keringat berlebih terjadi pada area tertentu dari tubuh (fokal) di kedua sisi tubuh (umumnya). Lokasi yang sering adalah telapak tangan dan kaki, lengan, kepala, dan wajah.

  2. Hiperhidrosis Idiopatik Generalisasi yaitu kondisi dimana seluruh area tubuh mengeluarkan keringat berlebih.

  3. Hiperhidrosis Sekunder Generalisasi yaitu kondisi keringat berlebih yang dipengaruhi oleh penyakit lain atau kondisi lain seperti menopause, hipertiroid, diabetes melitus (neuropati perifer), atau stroke. Obat-obatan seperti antihipertensi dan antidepresi juga dapat menyebabkan hiperhidrosis. Keringat berlebih juga melibatkan area yang luas di tubuh dan dapat muncul ketika tidur.

Anda mungkin mengalami hiperhidrosis fokal primer yaitu hiperhidrosis yang tidak diketahui sebabnya dan umumnya diobati dengan obat-obatan, kecuali bila Anda memiliki faktor risiko yang saya sebutkan di hiperhidrosis nomor 3. Menurut American Academy of Dermatology, Hiperhidrosis diterapi dengan beberapa cara yaitu :

  1. Antiperspirant yang mengandung alumunium klorida heksahidrat, glutaraldehid, formaldehid, dengan kadar tinggi (15%) dengan cara dioleskan di malam hari pada kulit yang kering, daerah berambut (ketiak), dan dicuci di pagi hari. Penutupan daerah yang diberikan antiperspirant dengan plastik juga dapat dilakukan.

  2. Teknik Iontophoresis, umum dilakukan pada hiperhidrosis telapak tangan dan kaki. Tangan diletakkan di dalam larutan berisi elektrolit dengan elektrik kadar rendah. Dapat efektif untuk kasus ringan

  3. Suntikan Botulinum tipe A. Suntikan ini diberikan di daerah ketiak, telapak tangan dan kaki untuk mengurangi jumlah keringat. Botulinum akan memblok pengeluaran dari neurotransmiter (asetilkolin) dan merupakan terapi yang efektif selama 4-8 bulan. Suntikan ulang perlu dilakukan lagi di kemudian hari

  4. Obat oral. Obat jenis glycopyrrolate dan propantheline bromide berfungsi mencegah terstimulasinya kelenjar keringat. Mereka memblok reseptor kolinergik. Beta bloker juga dapat digunakan untuk terapi keringat berlebih yang terjadi karena stres. Namun obat-obatan ini memiliki efek samping sehingga harus dipertimbangkan risk and benefit

  5. Operasi. Hal ini dilakukan pada hiperhidrosis berat yang gagal dengan pengobatan lainnya. Operasinya dinamakan Endoscopic Thoracic Sympathectomy (ETS). Operasi hanya dilakukan bila cara konvensional tidak berhasil

Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut ke dokter spesialis penyakit dalam untuk mendapatkan pengobatan-pengobatan tersebut.

Demikian informasi yang dapat Kami sampaikan. Semoga bermanfaat. (AN)

Salam,

 

Tim Redaksi Klikdokter

0 Komentar

Belum ada komentar