Sukses

Nyeri Dada, Apa Penyebabnya?

24 Mar 2014, 16:30 WIB
Pria, 17 tahun.
Keluhan ini sangat mengganggu kenyamanan saya dalam beraktifitas terutama dalam belajar. Sekitar 2 Bulan yang lalu saya menjalani pengobatan alternatif. Leher saya ditekan lalu digeser (dengan tangan) dari atas-bawah dan sebaliknya di bagian leher kanan dan kiri. Efeknya, beberapa minggu kemudian saya mulai agak susah berfikir. 3 Minggu lalu saya bercanda dengan teman, lalu ada teman yang memukul dada saya dan akhirnya dada saya sesak, kepala saya agak berat, dan saya agak sulit untuk berfikir. Sebenarnya Saya juga menderita GERD selama 4 tahun yg lalu. Tapi Sebulumnya saya pernah tidak mengalami keluhan seperti yang saya sebutkan di atas (Selain GERD). Kira-kira apa penyebab masalah di Atas (Selain GERD) dan Apa Solusinya dok? TERIMA KASIH
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

 Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Untuk nyeri di leher, apakah masih ada keluhan ini? nyeri tersebut bisa disebabkan oleh karena terkilir. Untuk nyeri di dada akibat pukulan, kemungkinan besar tidak dapat menyebabkan kelainan di organ dalam paru kecuali pukulan itu keras sekali, seperti tertabrak mobil. Dada yang sesak kemungkinan disebabkan oleh penyakit GERD dan hubungannya dengan kepala bisa disebabkan oleh kenaikan asam lambung. Namun bila memang Anda takut, coba saja lakukan pemeriksaan foto paru, namun sepeertinya bisa tidak ada gejala seperti memar di daerah dada kemungkinan bukan disebabkan kelainan di dada. 

Peningkatan asam lambung memang dapat juga menimbulkan gejala nyeri dada atau perasaan sesak dan sensasi nyeri dada, hal ini biasanya disebabkan oleh GERD atau Gastro-esophageal reflux disease (refluks asam lambung ke kerongkongan). Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya.

Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

  • Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERD

  • Berhenti merokok

  • Pasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD.

  • Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, tomat, makanan berlemak atau pedas.

  • Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut.

  • Meniinggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD.

  • Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti:
    • nitrat

    • anti-kolinergik

    • antidepresan tricyclic

    • NSAID (Ibuprofen, asam mefenamat, dsb)

    • kalium garam dan bosphosphonates seperti alendronate

Namun, tentu ini bukanlah diagnosis pasti, hanyalah sebuah kemungkinan, karena diagnosis pasti hanya dapat ditegakkan oleh seorang dokter yang melakukan pemeriksaan langsung. Jika ada keluhan yang memburuk dan memerlukan perawatan, saya menganjurkan untuk berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter spesialis Penyakit Dalam, berhubung masih ada beberapa penyebab keluhan sesak dan nyeri dada. 

Berikut kami lampirkan berbagai artikel terkait GERD:

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. (EA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

    0 Komentar

    Belum ada komentar