Sukses

Menggugurkan Kandungan

20 Mar 2014, 00:03 WIB
Pria, 20 tahun.
B.dokter saya mau tanya.. Saya kan masih muda usia 20 tahun dan saya pacaran kebablasan,saya jujur saja.saya melakukan hubungan intim di luar nikah.. Pertanya'an saya = kalo sperma cowok sudah masuk ke ovum cewek dan mau jadi janin cara meleburkan janin tersebut bagaimana BU dokter ? Ini masih 1mingguan kok.saya blm siap untuk semua ini+tidak mau kecewa in ke-2 ortu saya BU.. Tolong kasih saya anjuran yang bermanfaat b.dokter ?
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

 Terima kasih atas pertanyaan Anda, 

Kami turut prihatin dengan kondisi teman Anda. Walaupun demkian, menurut hukum di Indonesia, aborsi buatan/sengaja adalah tindakan yang bertentangan dengan hukum dan dapat dikenakan hukuman.  Baik pelaksana (dokter atau tenaga medis lain) maupun orang tua yang melanggar dapat dikenakan tindak hukum pidana. Selain itu, selain bertentangan dengan agama, dokter juga mengucapkan sumpah kedokteran untuk menghargai kehidupan sejak terjadi pembuahan. 

Untuk menggugurkan kandungan harus ada alasan medis yang tepat, alasan tersebut meliputi: ada cacat janin yang tidak dapat disembuhkan dan mengancam nyawa janin, ibu memiliki penyakit dan kondisi kesehatannya terancam dengan kandungan yang dialaminya. Perlu juga diketahui risiko dari penguguran kandungan. Ada beberapa efek juga yang dapat muncul dari pengguguran kandungan yang salah seperti kelainan pada organ kelamin wanita, lalu dapat juga terjadi gangguan psikis pada sang Ibu.

Menggugurkan kandungan atau dalam dunia kedokteran dikenal dengan istilah “abortus” adalah pengakhiran kehamilan sebelum usia 20 minggu kehamilan atau berat bayi kurang dari 500 g (ketika janin belum dapat hidup di luar kandungan). Angka kejadian aborsi meningkat dengan bertambahnya usia dan terdapatnya riwayat aborsi sebelumnya. Proses abortus dapat berlangsung secara :

  1. Spontan / alamiah (terjadi secara alami, tanpa tindakan apapun)
  2. Buatan / sengaja (aborsi yang dilakukan secara sengaja),
  3. Terapeutik / medis (aborsi yang dilakukan atas indikasi medik karena terdapatnya suatu permasalahan atau komplikasi).

Namun menurut pendapat kami sebaiknya janin dipertahankan sebab setiap individu mendapat hak untuk hidup. Bayi merupakan anugrah dari Tuhan. Banyak sekali pasangan yang berusaha mendapatkan bayi namun sulit, bisa saja hal ini merupakan pemberian dari Tuhan yang harus Anda hargai. Coba berunding lagi dengan teman Anda mengenai hal ini dan kami sarankan agar teman Anda konsultasi ke Dokter Ahli Kebidanan dan Kandungan. Selain itu, sampaikan ke teman Anda agar menggunakan pengaman ketika berhubungan jika teman Anda tidak ingin hamil, untuk mencegah hal seperti ini.

Demikian informasi yang kami dapat sampaikan. Semoga bermanfaat (EA)

Salam, 

Tim Redaksi Klik Dokter

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar