Sukses

Merasa Putus Asa Dalam Hidup

20 Oct 2014, 09:03 WIB
Wanita, 24 tahun.
Dok, saya mau bertanya. Saya mengalami banyak masalah di dalam hidup yang membuat saya belum mampu untuk beradaptasi. Ayah saya bangkrut dan secara tiba-tiba saya harus mengubah gaya hidup. Ketika saya sedang berusaha beradaptasi, tiba-tiba orang tua saya bercerai. Karena berbagai alasan saya dan adik saya yang SMA ikut dengan ayah. Belum genap 2 bulan, ayah membawa pulang istri barunya yang ternyata sudah ia nikahi selama 10 tahun. Kami dipaksa untuk menerima hal tersebut. Ayah saya masih pengangguran dan ibu saya yang tiap bulan mengirimi uang untuk uang saku kuliah serta sekolah adik. Saat itu saya mengalami krisis percaya diri dan mulai menarik diri dari pergaulan sosial. Saya merasa malas untuk beraktifitas apa pun dan menjadi mudah marah. Di sekolah, adik saya juga sering melanggar peraturan. Saya sering memarahi dia dan itu menimbulkan pertengkaran diantara kami. Hubungan kami juga jadi renggang. Saya sibuk dengan kesedihan yang saya alami. Ditambah beban saya untuk segera menyelesaikan skripsi, membuat sayasering sakit. Kebetulan ketika dihadapkan dengan begitu banyak masalah, nafsu makan saya jadi tidak terkontrol dan berat badan saya naik drastis, sehingga saya menjadi mudah sakit. Saya sering terkena asam lambung ketika terlalu sedih, dan belum lama ini saya menunjukkan gejala jantung koroner. Sayatidak bersemangat menjalani hidup, dan pernah beberapa kali saya ingin bumuh diri tapi saya takut dosa. Saya sering menangis sampai kepala saya pusing dan setelah itu tertawa. Apakah saya mengalami gangguan kejiwaan dok? Saya ingin ke psikiater atau psikolog tetapi saya tidak punya cukup uang untuk itu. Apa yang harus saya lakukan?
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

 Saudara yang terhormat,

Terima kasih atas pertanyaan Anda. Kami turut prihatin dengan kondisi Anda. Namun mengapa Anda merasa pesimis dan putus asa? Pertama perlu kami katakan bahwa Anda harus bersemangat dalam hidup ini, cobalah lihat berbagai aspek positif dalam kehidupan Anda. Pasti banyak sekali berkat yang ada dalam kehidupan Anda. Cobalah diskusikan dengan teman dekat jika Anda memiliki masalah tertentu. 

Selain itu, perasaan pesimis dalam hidup dan rasa akan mati merupakan tanda dari depresi. Depresi adalah suatu keadaan umum dimana terjadinya pengurangan atau penurunan keadaan emosi dan  mood dari seorang yang mengakibatkan gangguan di dalam aktivitasnya sehari-hari atau hilangnya fungsinya sebagai individu. Dasar umum untuk gangguan depresif tidak diketahui. Faktor penyebab dapat dibagi menjadi faktor biologis, faktor keturunan dan faktor psikososial, ketiga faktor tersebut dapat berdiri sendiri-sendiri maupun saling terkait yang menjadi penyebab dari gangguan bipolar/depresi.

GEJALA DAN TANDA 

  • Terdapat 5 (lima) atau lebih gejala yang ditemukan di bawah ini selama periode dua minggu yang sama dan mewakili perubahan dari fungsinya sebagai individu sebelumnya ( dari 5 gejala yang ada minimal ada salah satu gejala mood depresi atau hilangnya minat atau bahagia)
  • Mood depresi hampir sepanjang hari, setiap hari ( merasa atau tampak sedih atau kosong) PS: pada anak-anak atau remaja dapat bermanifestasi sebagai mood yang mudah tersinggung.
  • Hilangnya minat atau keseangan yang jelas pada semua aspek atau hampir semua aspek sepanjang hari hampir setiap hari.
  • Penurunan berat badan yang bermakna, tetapi individu yang bersangkutan tidak melakukan diet atau olahraga yang rutin.
  • Insomnia atau hipersomniat tiap harinya.
  • Agitasi atau redartasi psikomotor (aktivitas atau gerakan motorik )
  • Kelelahan atau hilangnya energi tiap hari
  • Perasaan tidak berharga atau perasaan bersalah  yang berlebihan atau tidak tepat.
  • Hilangnya kemampuan untuk berpikir atau memutuskan sesuatu.
  • Pikiran akan kematian yang berulang.
  • Gejala menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi social, pekerjaan atau fungsi penting lainnya.
  • Gejala bukan efek psikologis langsung dari obat
  • Gejala tidak lebih baik diterangkan oleh dukacita yaitu setelah kehilangan orang yang dicintai, gejala menetap lebih dari dua bulan atau diikuti oleh gangguan lainnya.

Pengobatan pasien dengan depresi harus tepat pada sasarannya, yakni keamanan dari pasien harus terjamin, pemeriksaan diagnostik yang lengkap harus dilakukan, yang ketiga adalah rencana pengobatan harus secara menyeluruh, bukan hanya mengatasi gejala tetapi juga mengatasi penyebab dari depresi itu sendiri. Untuk lamanya penggunaan obat Antidepresan tergantung dari keparahan kondisi pasien.

Kami menyarankan Anda berkonsultasi dengan dokter spesialis psikiatri. Sementara itu, cobalah untuk menceritakan masalah Anda kepada teman dekat dan dekatkan diri dengan Tuhan dengan perbanyak doa. Bantuan atau dukungan teman sangat berarti dalam menghadapi segala masalah yang sedang Anda hadapi.

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat. (EA)

Salam

Tim Redaksi KlikDokter

 

    0 Komentar

    Belum ada komentar