Sukses

Hasil Laboratorium dan Tifus

20 Oct 2014, 10:34 WIB
Wanita, 23 tahun.
Siang Dok, saya seorang mahasiswa yang jadwal perkuliahan saya sangat padat bahkan untuk makan kurang terkontrol. Nah, saya mau tanya nih kemaren pas saya ikut ibadah dan lge berdiri tiba2 saya pening dan muntah. setelah itu saya langsung berobat ke RS yang terdekat. dan dokterpun minta saya untuk cek darah sama urine. hasil periksaan kotones adalah positif leukosit /lpb dengan hasil >100/lp eritrosit/lpb dengan hasil 0-1/lp sel epitel hasilx 2-3/lp Typhi O dgn hasil 1/60 paratyphi B-O dgn hasil 1/320 paratyphi C-O dgn hasil 1/320 typhi H dgn hasil 1/320 paratyphi A-H dgn hasil 1/160 paratyphi B-H dgn hasil 1/160 memang kemaren kata dokter saya kena penyakit Typus. pertanyaan saya... 1. dari hasil pemeriksaan tersebut apa saja penyakit yang terdapat pada uraian diatas? 2. apakah hanya penyakit typus atau masih ada penyakit lain? 3. apakah penyakit Typus saya itu tergolong tinggi? jika tergolong tinggi apa yang menjadi solusi yang baik, agar saya bisa sehat dan bisa kuliah lge. trmkh sebelumnya...

Terima kasih telah menggunakan layanan e-konsultasi dari Klikdokter.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut memang kemungkinan besar Anda mengalami tifus (thyfoid). Untuk pemeriksaan pertama, tertulis kotones, apakah maksudnya keton? jika hasil pemeriksaan lab yang pertama merupakan hasil dari pemeriksaan urin, maka kemungkinan ada infeksi saluran kemih.

Sakit tifus, atau yang dalam dunia kedokteran lebih dikenal sebagai demam tifoid, terjadi akibat adanya infeksi bakteri Salmonela typhii. Bakteri ini akan menyerang usus dan menimbulkan keluhan berupa demam tinggi, tubuh menggigil, badan lemah, sakit kepala, nafsu makan menurun, konstipasi atau diare, nyeri otot, dll. Infeksi ini ditularkan melalui makanan dan minuman yang tercemar oleh tinja penderita tifoid, yang biasanya dibawa melalui lalat, tangan yang kotor, dll.

Penyakit ini dapat disembuhkan secara total dengan pemberian antibiotik yang tepat, seperti kloramfenikol, trimethoprim-sulfamethoxazole atau ciprofloxacin, untuk periode waktu tertentu. Obat-obat tersebut hanya dapat dikonsumsi dengan resep dokter, setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter. Penggunaan obat yang tidak sesuai dengan indikasi dokter, baik jenis obat, dosis dan lama penggunaannya, justru akan berakibat buruk bagi tubuh. Dengan pengobatan yang tepat dan istirahat saat fase akut akan memercepat proses penyembuhan demam tifoid. Bila tak terawat dengan baik, demam tifoid dapat berlangsung selama tiga minggu atau lebih. Penderita demam tifoid sebaiknya beristirahat untuk sementara waktu, hindari aktifitas yang terlalu tinggi selama masih sakit. Aktifitas dapat kembali seperti semula secara perlahan-lahan, setelah kondisi anda sudah lebih baik.

Makanan yang dapat dikonsumsi oleh penderita demam tifoid harus mengandung kalori dan protein yang cukup dan sebaiknya rendah serat untuk mencegah perdarahan dan perforasi pada usus. Sehingga konsumsi sayur-sayuran berserat sebaiknya dihindari terlebih dahulu. Dapat dilakukan konsumsi bertahap secara perlahan mulai dari cair, bubur lunak, tim, dan kemudian nasi biasa.

Berikut ini panduan makanan bagi penderita demam tifoid:

  • Hindari makanan berserat tinggi dan sedang, susu, produk susu, dan daging berserat kasar, makanan yang terlalu berlemak, terlalu manis, terlalu asam,pedas dan berbumbu tajam
  • Makanan lebih baik dimasak hingga lunak dan dihidangkan pada suhu yang tidak terlalu panas atau dingin agar tidak merangsang pencernaan
  • Makanan lebih baik diberikan sering namun dalam porsi kecil

Berikut kami lampirkan artikel mengenai tifoid:

 

Demam Tifoid

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. (DK)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

1 Komentar