Sukses

Gangguan Menstuasi, Tanda Menopause kah?

20 Oct 2014, 04:26 WIB
Wanita, 40 tahun.
Selamat siang Dokter, Saya ibu rumah tangga umur 40tahun saya karyawan swasta,bulan November 2013 saya lepas KB IUD karena sakit saat hubungan intim dan sering keputihan siklus haid saya selama KB IUD normal dan selalu maju , setelah lepas KB IUD saya pakai KB Pil, tapi selama KB Pil haid saya hanya berupa flek saja dan hanya 1 hari saja selama 3 bulan(bln Nov, Des, Jan) dibulan Feb 2014 KB Pil saya ganti KB kondom karena saya kira dengan KB kondom haid saya akan normal tapi ternyata di bulan maret ini haid saya masih berupa flek dan hanya 1 hari saja, pertanyaan saya apakah ini normal/tidak, dan apakah ini gejala menopose? dan apa yang harus saya lakukan Dok? terimakasih atas bantuan nya.

Ibu / Saudari yang Terhormat,

Gangguan menstruasi memang merupakan salah satu tanda perimenopause, namun bukan pertanda yang pasti. Keluhan flek-flek yang Anda alami disebut dengan spotting. Ada banyak penyebab spotting, yaitu: 

  1. Kehamilan atau kehamilan ektopik (kehamilan di luar kandungan)
  2. Penggunaan kontrasepsi oral
  3. Ketidakseimbangan hormon
  4. Infeksi pada alat kelamin
  5. Pengobatan tertentu (misal: obat pengencer darah) 
  6. Polip serviks (benjolan pada mulut rahim)
  7. Kanker serviks 
  8. Dysfunctional uterine bleeding (pendarahan akibat hormonal)
  9. Endometriosis, adenomyosis (bentuk kelainan pada dinding rahim)
  10. Hiperplasia endometrial
  11. Pelvic inflammatory disease (penyakit infeksi pada saluran kewanitaan)

Menopause adalah tidak terjadinya periode menstruasi selama 12 bulan akibat dari tidak aktifnya folikel sel telur. Usia rata-rata menopause berkisar 43 – 57 tahun. Selain itu, faktor keturunan juga berperan disini, seorang wanita akan mengalami menopause pada usia tidak jauh berbeda dari ibunya. 

Geangguan menstruasi yang ibu alami bisa saja merupakan masa perimenopause (transisi ke masa menopause), yaitu mulai terjadi ketidak seimbangan hormonal, meskipun dapat juga disebabkan oleh penyebab lain yang disebutkan di atas.

Gejala-gejala perimenopause diantaranya adalah :

  • Perubahan periode menstruasi (memendek/memanjang, lebih banyak/lebih sedikit atau tidak menstruasi sama sekali)
  • Hot flashes
  • Keringat malam
  • Kekeringan pada vagina
  • Gangguan tidur
  • Perubahan mood (depresi, mudah tersinggung)
  • Nyeri ketika bersanggama
  • Infeksi saluran kemih
  • Inkontinensia urin (tidak mampu menahan keluarnya air seni)
  • Tidak berminat pada hubungan seksual
  • Peningkatan lemak tubuh di sekitar pinggang
  • Bermasalah dengan konsentrasi dan daya ingat

Yang terpenting saat ini adalah penerapan pola hidup sehat untuk mengruangi gejala, yaitu:

  1. Makan makanan sehat yang rendah lemak, tinggi serat; asupan kalsium cukup, hindari rokok dan batasi konsumsi kafein
  2. Olahraga teratur minimal 30 menit 3x/hari
  3. Usahakan lebih rileks, kurangi stress (seperti dengan meditasi atau yoga).
  4. Terapi hormonal

Kontrasepsi oral (pil) sering digunakan untuk pengobatan pada tahapan perimenopause meskipun wanita tersebut tidak memerlukannya untuk tujuan kontrasepsi. Dosis rendah pil kontrasepsi mengurangi gejala hot flashes, kekeringan pada vagina, dan sindroma premenstruasi. Terapi hormonal tersedia dalam berbagai macam bentuk, diantaranya adalah tablet atau patch yang ditempelkan ke kulit, Hormon Replacement Therapy (HRT), dan terapi hormonal lokal (vagina). 

Berikut kami lampirkan artikel yang mungkin bermanfaat untuk Anda:

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga dapat membantu. (DK)

Terima Kasih

Tim Redaksi Klikdokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar