Sukses

Nyeri Dada dan GERD

03 Mar 2014, 10:04 WIB
Wanita, 20 tahun.
Mau tanya nih dok, saya sering mengalami nyeri dada sebelah kiri, tapi kadang2 nyerinya juga di sternum dan dada sebelah kanan. Nyerinya itu tajam dan cepat, paling lama 5menit. Ketika nyeri, detak jantung saya menjadi lebih cepat dan saya selalu menahan nafas dan tidak bergerak karena ketika inhale atau berusaha merubah posisi rasa nyerinya bertambah tajam dan semakin lama hilangnya. Tadinya nyeri hanya sekitar 2hari sekali, tetapi setelah saya diamkan saja selama sebulan, sekarang nyerinya bisa 3-4kali sehari dengan rasa nyeri yg tambah hebat sampai saya terbangun ditengah malam. Rasa nyeri muncul pada waktu tidak tertentu, tetapi paling sering ketika saya sedang berbaring. Ini kira2 kenapa ya dok? Apa saya harus periksa ke rumah sakit? Oiya saya tidak punya riwayat penyakit kronik atau akut, keluarga saya juga tidak. Mohon bantuannya, terimakasih
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Saudari yang terhormat,

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

Nyeri dada kiri memiliki beberapa penyebab, bisa dari otot, tulang, jantung dan lambung. Untuk menentukannya diperkukan pemeriksaan fisik langsung. Seberapa sering Anda mengalaminya? Adakah gejala lain seperti batuk, penurunan berat badan, nyeri ulu hati, mual, muntah, rasa asam di tenggorokan? Sudahkah Anda memeriksakan diri ke dokter? Berhubung umum Anda yang masih muda, salah satu kemungkinan penyakit yang mungkin menyebabkan keluhan ini adalah dari organ lambung, salah satunya GERD.

Peningkatan asam lambung memang dapat juga menimbulkan gejala nyeri dada atau perasaan sesak dan sensai nyeri dada, hal ini biasanya disebabkan oleh GERD atau Gastro-esophageal reflux disease (refluks asam lambung ke kerongkongan). Faktor-faktor risiko yang mengakibatkan GERD termasuk kehamilan, obesitas, diet lemak tinggi, obat-obatan tertentu, stres, konsumsi tembakau atau alkohol dan sebagainya.

Gejala GERD adalah perut yang mulas, rasa asam atau pahit di bagian belakang mulut atau tenggorokan, masalah menelan, mual, nyeri dada dari GERD dapat meniru serangan jantung, kembung, begah/sesak, dan banyak lainnya.

Pengobatan GERD meliputi banyak hal. Yang utama dan terpenting adalah perubahan gaya hidup:

  • Obesitas dan kelebihan berat badan meningkatkan GERD. Penurunan berat badan dapat mengurangi gejala GERD

  • Berhenti merokok

  • Pasien yang dianjurkan untuk makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Makanan terakhir hari harus diambil minimal 4 jam sebelum tidur. Berbaring segera setelah makan dapat memperburuk gejala GERD.

  • Hindari makanan dan minuman yang memicu asam lambung seperti alkohol, kopi, cokelat, tomat, makanan berlemak atau pedas.

  • Hindari pakaian ketat terutama di sekitar perut.

  • Meniinggikan ujung kepala saat tidur sekitar 20 cm dengan menempatkan irisan atau blok di bawah bantal akan membantu untuk mengurangi gejala GERD.

  • Hindari penggunaan obat-obat yang dapat meningkatkan risiko GERD, seperti:
    • nitrat

    • anti-kolinergik

    • antidepresan tricyclic

    • NSAID (Ibuprofen, asam mefenamat, dsb)

    • kalium garam dan bosphosphonates seperti alendronate

Namun, tentu ini bukanlah diagnosis pasti, hanyalah sebuah kemungkinan, karena diagnosis pasti hanya dapat ditegakkan oleh seorang dokter yang melakukan pemeriksaan langsung. Jika ada keluhan yang memburuk dan memerlukan perawatan, saya menganjurkan untuk berkonsultasi lebih lanjut kepada dokter spesialis Penyakit Dalam. 

Demikian informasi yang dapat kami berikan. Semoga bermanfaat. (PNA)

Salam,

Tim Redaksi Klikdokter

 

0 Komentar

Belum ada komentar