Sukses

Jadwal Pemberian ASI

19 Oct 2014, 20:15 WIB
Pria, 32 tahun.
ya dok. sampai saat ini istri sy mash menyusui, sebaiknya sampai bayi berumur brp di beri asi dok? dok sy mau tanya lagi ...dok kekurangan kalium itu apa ya dok? apa penyebnya? bgmn menghindarinya? terima kasih dok..
dokter

Dijawab Oleh:

dokter

Terima kasih atas pertanyaan Anda.

The American Academy of Pediatrics merekomendasikan ASI eksklusif selama 6 bulan pertama dan selanjutnya minimal selama 1 tahun. WHO dan UNICEF merekomendasikan ASI eksklusif selama 6 bulan, menyusui dalam 1 jam pertama setelah melahirkan, menyusui setiap kali bayi mau, tidak menggunakan botol dan dot. Menyusui sebaiknya dilakukan sesegera mungkin setelah melahirkan. Bayi dan ibu yang melakukan proses menyusui dalam 1 jam pertama setelah melahirkan memiliki  keberhasilan yang lebih besar dari mereka yang menundanya. Bayi baru lahir sebaiknya disusui setiap 2-3 jam sampai bayi merasa puas. Menyusui minimal 5 menit pada masing-masing payudara pada hari pertama setelah melahirkan dan semakin meningkat frekuensinya setiap hari sehingga dapat meningkatkan produksi ASI optimal. Waktu menyusui 20 menit pada masing-masing payudara cukup untuk bayi. Tidak perlu membatasi waktu menyusui. Frekuensi menyusui yang sering dapat meningkatkan produksi ASI, mencegah payudara nyeri dan sakit karena penumpukan dan penggumpalan ASI, dan meminimalkan kemungkinan bayi menjadi kuning.

Jumlah ASI yang normal diproduksi pada akhir minggu pertama setelah melahirkan adalah 550 ml per hari. Dalam 2-3 minggu, produksi ASI meningkat sampai 800 ml per hari. Jumlah produksi ASI dapat mencapai 1,5-2 L per harinya. Jumlah produksi ASI tergantung dari berapa banyak bayi menyusu. Semakin sering bayi menyusu, semakin banyak hormon prolaktin dilepaskan, dan semakin banyak produksi ASI.

Menyusui dapat berkaitan dengan ketidaknyamanan pada payudara. Nyeri pada puting dapat diberikan krim vaselin. Perubahan posisi menyusui untuk memutar titik stres pada puting juga sebaiknya dilakukan. Sebaiknya bayi berhenti dahulu menghisap puting sebelum mengangkatnya dari payudara.

Wanita yang menyusui membutuhkan 500-1000 kalori lebih banyak dari wanita yang tidak menyusui. Wanita menyusui rentan terhadap kekurangan magnesium, vitamin B6, folat, kalsium, dan seng. ASI tidak memiliki suplai zat besi yang cukup untuk bayi prematur atau bayi berusia lebih dari 6 bulan. Karena itu suplementasi zat besi sebaiknya diberikan pada ibu menyusui dengan bayi prematur. Nutrisi yang tidak adekuat dan stres dapat menurunkan jumlah produksi ASI.

 

Hipokalemia bukan penyakit tetapi merupakan suatu kondisi.Hipokalemia merupakan istilah medis yang digunakan untuk menggambarkan kondisi rendahnya konsentrasi kalium dalam darah. Normalnya kadar kalium dalam darah adalah 3,5-5,0 mEq/liter. Asupan kalium seharinya dapat mencapai 70-100 mEq (270-390 mg/dl) dan kelebihannya akan dibuang oleh ginjal bersama urin. Pada kondisi tertentu, tubuh dapat mengeluarkan kalium secara berlebihan baik melalui saluran kemih (kelainan ginjal, leukemia), saluran pencernaan (diare, muntah, penggunaan pencahar, dsb), hingga efek samping pengobatan (diuretik, steroid, dsb) menyebabkan penurunan kadar kalium dalam darah yang disebut hipokalemia. Adapun kurangnya asupan kalium saja jarang menyebabkan timbulnya kondisi hipokalemia ini.  

Hipokalemia dapat diatasi sesuai dengan penyebabnya. Mungkin yang menjadi masalah dalam kasus Anda adalah pencarian penyebab dari hipokalemia yang sementara ini masih belum diketahui. Sebaiknya Anda mengkonsultasikan langsung ke dokter spesialis penyakit dalam untuk mencari tahu apa penyebab dari hipokalemia yang Anda alami sekarang.Untuk penanganan hipokalemia yang tidak terlalu parah dapat dengan pemberian suplemen kalium per oral atau dengan mengkonsumsi buah yang banyak mengandung kalium seperti pisang.Tetapi jika keadaan hipokalemia ayng terjadi cukup parah maka perlu pemberian kalium intravena dan penanganan di rumah sakit.

Kami lampirkan beberapa artikel terkait menyusi untuk menambah wawasan Anda:

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat. (AN)

Salam

Tim redaksi klikdokter

 

 

0 Komentar

Belum ada komentar